USBN SD Diumumkan, Nilai Tertinggi Diraih Siswa Sekolah Pinggiran

MADIUN- Hari ini Rabu (12/6), Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun mengumumkan hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) bagi 3.739 siswa SD di seluruh Kota Madiun. Dari hasil USBN tersebut, diketahui peringkat siswa dengan perolehan nilai terbaik tak lagi didominasi sekolah favorit di tengah kota.

Tercatat, perolehan nilai tertinggi siswa diraih oleh siswa dari SDN 02 Josenan dengan perolehan nilai total 277.4 dan peringkat kedua diraih oleh siswa dari SDN 01 Winongo dengan perolehan nilai 273.1.

Kasi Pendidikan Dasar Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi mengatakan, USBN tahun ini memiliki kompleksitas soal yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan porsi high order thingking (HOT) lebih dominan dibanding tahun sebelumnya.

“Dalam penyusunan naskah, proporsinya 75 persen dibuat oleh sekolah dan 25 persen dibuat nasional. Soal HOT yang lebih kompleks ini belum familiar di kalangan guru dan siswa, meskipun tentu saja sudah diterapkan. Namun kurang familiar,” jelasnya.

Hal tersebut, lanjutnya, menyebabkan rata-rata USBN SD di Kota Madiun sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan rata-rata yang didapat pada tahun lalu sebesar 71.61, tahun ini menjadi 71.07.

Baca juga:   Beri Angin Segar, Pelatihan Akbar IHF Gaet Minat Puluhan Guru Paud Luar Kota

Hariyadi mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terkait perolehan hasil USBN pada tahun ini.  Terdapat beberapa poin yang dijadikan sebagai fokus utama evaluasi. Diantaranya adalah penyebab turunnya rata-rata nilai dan program yang akan memfasilitasi para guru untuk lebih mengenal mengenai soal-soal HOT.

“Ke depan kami ada program  MGMP (musyawarah guru mata pelajaran) dan KKG (kelompok kerja guru). Nantinya kami akan memfasilitasi apa yang belum diketahui dan harus diperbaiki dari soal HOT itu. Kami akan mendampingi dan mengawasi bagaimana guru dan siswa agar lebih memahami,” ujarnya.

Hariyadi mengimbau, kepada para kepala sekolah dan guru untuk lebih mengintensifkan pembelajaran berbasis kontekstual dan mengandung muatan soal yang memiliki kompleksitas tinggi agar siswa familiar dengan segala macam jenis soal.

“Disamping itu pembelajaran berbasis pendidikan karakter dan ketrampilan jangan ditinggalkan,” tandasnya. (dhevit/kus/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019