Halal Bihalal SMPN 2 Madiun, Walikota Sebut Sudah Banyak Perubahan di Kota Madiun

MADIUN – Idul Fitri merupakan bulan untuk saling bermaafan. Kesempatan mulia ini tentu pantang dilewatkan. Seperti yang dilakukan pendidik Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kota Madiun yang ber-Halal bi halal bersama Walikota Madiun Maidi, Kamis (13/6). Waliota yang juga menjabat Ketua Komite SMPN 2 tersebut datang bersama Yuni Setyawati Maidi, istrinya. Yuni kebetulan juga pendidik di SMPN 2. Keduanya bermaaf-maafan dengan seluruh guru dan tenaga didik di SMPN 2 Kota Madiun. Halal Bihalal kali ini juga dihadiri guru yang sudah purna tugas.

Halal Bihalal berlangsung di salah satu rumah pendidik SMPN 2 Madiun di Desa Sidorejo Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Kepala Sekolah Fatchur Rahman menyebut agenda Halal Bihalal di rumah sudah menjadi agenda rutin SMPN 2 Kota Madiun. Meski terkadang juga menggunakan gedung jika tidak memungkinkan.

‘’Silaturahmi ke rumah-rumah sudah sejak dulu. Sekarang dapat melaksanakan di rumah bu Amin Suhartatik yang mau purna tugas. Semoga beliau dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik,” ungkapnya.

Walikota Madiun mengatakan saling memaafkan merupakan bentuk tanggung jawab pribadi yang tak bisa diwakilkan. Oleh kareanya, masyarakat diharap tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bermaafan. Begitu juga dengan dirinya.

Baca juga:   Masuk IPM Sangat Tinggi, Pembangunan Manusia di Kota Madiun Dinilai Cukup Berhasil

‘’Halal Bihalal tidak bisa diwakilkan karena urusan pribadi. Setelah saling memaafkan mari kita jaga hubungan baik tersebut dihari yang istimewa ini dan ke depannya,” kata walikota.

Pada lebaran tahun ini walikota menyebut sudah banyak perubahan di Kota Madiun. Wajah Kota Madiun sudah lebih berwarna-warni. Warna-warna ini menggambarkan kondisi Kota Madiun yang beragam namun terlihat indah ketika disatukan.

‘’Keberagaman Kota Madiun ini digambarkan dengan banyak warna. Ketika disatukan akan menjadi rangkaian yang indah dan bagus karena saling mengisi dan melengkapi,” ungkapnya.

Walikota menambahkan Kota Madiun memiliki agenda yang cukup padat saat ini. Di antarnya, menjadi salah satu Kota Layak Anak di Tingkat Nasional, Kelurahan Berhasil 10 Program Pokok PKK, Lomba Gotong Royong, dan Kota Ramah Lansia.

“Di 99 hari pertama kerja walikota ini, terus saya kebut. Sebab, harus ada perubahan di Kota Madiun,” pungkasnya. (nurdiono/adit/diskominfo)