Jaga Tradisi, Kemenhub Kembali Gelar Festival Balon Udara

PONOROGO – Festival balon udara kembali digelar di Kabupaten Ponorogo, Rabu (12/6). Event yang diwadahi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan itu merupakan kali kedua dilaksanakan. Lokasinya ada di Lapangan Nongkodono, Kecamatan Kauman, Ponorogo.

Festival balon udara merupakan event tahunan yang diselenggarakan sebagai upaya menjaga tradisi masyarakat pasca Lebaran. Namun, dengan tetap memperhatikan keselamatan udara. Caranya, dengan mengikat balon dan tidak menerbangkannya secara bebas.

Tahun ini, festival tersebut diikuti 65 klub balon udara dari sejumlah daerah di Ponorogo. Serta, dihadiri Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M., dan Direktur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan Asri Santoso.

Selain itu, Kapolres Ponorogo AKBP Radiant, General Manager Perum LPPNPI Cabang Surabaya (Airnav) Aulia, perwakilan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya Nafhan Syahroni, perwakilan pejabat Dishub Jatim Andika, Kadishub Ponorogo Djunaedi, dan segenap tokoh beserta muspika kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.
 
Pada kesempatan itu, Danlanud Iko membuka kegiatan festival balon udara. Dalam sambutannya, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Dephub yang telah memfasilitasi acara.
 
“Festival balon udara adalah upaya mendukung kegiatan kearifan lokal. Tapi ada aturan yang berlaku, lokasi yang tepat, dan diatur dengan regulasi yang benar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Iko menjelaskan, festival balon udara adalah bagian dari kampanye keselamatan udara. Salah satunya, dengan tidak melepas balon ke udara. Apalagi, dengan ukuran besar. “Harapannya, masyarakat semakin punya kesadaran bahwa kegiatan penerbangan balon udara secara liar adalah berbahaya,” tegasnya.
 
Sebelumnya, hal serupa telah diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melaksanakan sidak Stasiun Madiun beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemerintah berupaya mewadahi tradisi masyarakat dengan mengadakan festival.

Baca juga:   Kisah Relawan Madiun Care

“Tahun ini acaranya digelar di 3 daerah. Ponorogo, Pekalongan, dan Wonosobo. Balon diterbangkan dengan cara diikat,” ujarnya.

Sebagai upaya penertiban, Kemenhub terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan gubernur dari berbagai provinsi. Agar dilakukan penindakan terhadap penerbangan balon udara liar.

Adapun kriteria lomba di Ponorogo kemarin di antaranya adalah terbang balon paling lama, balon paling baik, balon paling indah, tim paling kompak, balon paling unik, dan balon warna warni terbaik. Bagi para pemenang festival ini mendapat hadiah berupa tropi dan uang pembinaan dari panitia lomba. (Pen Lanud Iswahjudi/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019