MADIUN- Administrasi kependudukan (Adminduk) menjadi satu hal yang penting untuk dimiliki segenap masyarakat Indonesia. Pasalnya tanpa mendaftarkan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), ataupun Kartu Identitas Anak (KIA), keberadaan kita belum dianggap legal oleh negara dan sulit untuk mendaftar sekolah ataupun lainnya.

Hal inilah yang ditekankan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Madiun Nono Djati Kusumo saat ditemui Kamis (13/6). Dirinya mengatakan pasca lebaran ini terjadi kenaikan yang cukup signifikan terkait permintaan pindah KK.

“Untuk pelayanan selama libur lebaran lalu, kita tetap buka tanggal 3,4, dan 7 mulai pukul 08.00-12.00. Prinsipnya kita selalu mencoba untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Tapi setelah lebaran ini banyak permintaan pindah KK,” ungkapnya.

Terutama, lanjutnya, karena ada PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru SD dan SMP. Kemauan orang tua atau anak untuk berpindah kecamatan untuk mendekati zona sekolah, menurut Nono akan merusak data adminduk yang sudah ada selama ini.

“Sebenarnya tidak perlu itu. Kita harus lihat kebutuhannya, kalau tidak perlu tidak usah pindah. Kalau yang pindah satu keluarga tidak masalah, kalau anak saja yang pindah kami akan kroscek lagi” ungkap Nono.

Lebih lanjut, Nono menegaskan, pihaknya akan membatasi dan lebih selektif dalam menerima pengajuan perpindahan tersebut.

Baca juga:   Tentukan Program KIM ke Depan, Pemkot Gelar Raker Sekaligus Pembinaan

“Saya berharap ketentuan yang dibuat oleh Dinas Pendidikan ini untuk dipatuhi oleh masyarakat. Maksudnya pemerintah kan baik untuk pemerataan siswa diseluruh kecamatan. Kami tetap menghargai yang mau pindah,” jelasnya.

Untuk diketahui bersama, PPDB SD dan SMP negeri tahun ini 90 persen dialokasikan untuk sistem zonasi. Dimana pertimbangan jarak rumah siswa dengan sekolah akan menjadi penentu masuknya siswa ke sekolah yang dipilih. Namun, nantinya setiap siswa akan mendapat rekomendasi lima sekolah terdekat dari rumahnya saat mendaftar.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana menjelaskan. Lima sekolah terdekat itu nantinya akan dilihat dari jarak RT rumah ke sekolah. Meski rumahnya berada di pinggiran kecamatan A, lanjut Heri, bisa dapat rekomendasi sekolah yang ada di kecamatan B asalkan lebih dekat dari rumahnya.

Heri menambahkan, sistem sistem seleksi PPDB yang dapat dilakukan secara online ini, akan menampilkan jarak rumah pendaftar dengan sekolah. “Jadi sistem seleksi secara otomatis bisa menggeser pendaftar dengan jarak rumah paling jauh jika melebihi kuota,” tandasnya. (dhevit/kus/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019