Perwal Terbit, Dindik Siap Laksanakan PPDB SD/SMP 2019

MADIUN -Petunjuk teknis (juknis) terkait pelaksanaan Pendaftaran Penerimaan Didik Baru (PPDB) TK, SD, dan SMP negeri akhirnya turun. Itu setelah Pemkot Madiun menerbitkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan PPDB pada TK, SD, dan SMP Negeri di Kota Madiun Tahun Ajaran 2019/2020. Dengan demikian, Dinas Pendidikan siap melaksanakan PPDB 2019.

Perwal terkait PPDB dapat diakses oleh masyarakat melalui website resmi madiunkota.go.id. Di dalamnya telah memuat secara lengkap syarat dan ketentuan penerimaan siswa baru untuk jenjang TK, SD, dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana menuturkan, pendaftaran SD dan SMP negeri akan berlangsung pada 25-27 Juni 2019. Meski secara online, proses pendaftaran dilakukan melalui sekolah-sekolah.

Terkait sistem penerimaan, Heri menjelaskan bahwa Pemkot Madiun mengacu pada Permendikbud 51/2018. Yakni, menggunakan jalur zonasi dengan kuota penerimaan hingga 90 persen.

“Jalur lainnya ada prestasi, luar zonasi (khusus SD), dan perpindahan tugas kerja orang tua. Masing-masing kuotanya 5 persen dari penerimaan di sekolah tujuan,” ujarnya.

Untuk jenjang SD, zonasi yang ditentukan adalah per kecamatan. Sehingga, calon siswa yang tinggal di kecamatan A memiliki kesempatan lebih besar untuk diterima pada SD yang berada di kecamatan yang sama.

Baca juga:   PPDB Hari Terakhir, Siapkan Berkas Sebelum Daftar Ulang

Bagi siswa yang memilih sekolah di kecamatan berbeda dari tempat tinggalnya masih memiliki kesempatan untuk diterima. Namun, peluangnya hanya lima persen.

Sedangkan, zonasi yang berlaku bagi PPDB SMP adalah satu Kota Madiun. Siswa dapat memilih SMP negeri tujuannya di kecamatan manapun. Asalkan, lokasinya dekat dengan tempat tinggalnya.

Lebih lanjut, Heri menjelaskan, Dinas Pendidikan akan memberikan rekomendasi lima sekolah yang bisa dipilih oleh peserta PPDB. Rekomendasi disesuaikan dengan sekolah yang terdekat dengan rumah siswa.

”Masing-masing pendaftar memiliki 3 pilihan sekolah yang akan dituju. Maka, pertimbangkan baik-baik sebelum mendaftar. Mencabut berkas untuk pindah pilihan bisa dilakukan maksimal hari terakhir pendaftaran sebelum jam 09.00,” paparnya.

Dengan pelaksanaan sistem zonasi, Heri berharap kualitas pendidikan di Kota Madiun dapat merata. Tidak ada lagi stereotip sekolah favorit. ”Semua sekolah sama. Kami juga terus berupaya meningkatkan sarana prasarana maupun kompetensi guru,” tandasnya. (dhevit/irs/madiuntoday)