Masyarakat Salurkan Aspirasi, Walikota Pimpin Mediasi

Di Posting Oleh madiuntoday

17 Juni 2019

MADIUN – Pembangunan jalur dobel trek di Kota Madiun menuai kritik masyarakat. Kali ini masyarakat Kelurahan Winongo yang berdekatan dengan pembangunan jembatan dobel trek tersebut yang berharap adanya perlebaran jalur inspeksi di sebelah jembatan rel. Harapannya, jalur tersebut dapat dimanfaatkan sebagai akses untuk menyeberangi sungai Bengawan Madiun tanpa harus memutar. Walikota Madiun Maidi sengaja datang untuk turut melakukan mediasi dengan pelaksana, Senin (17/6).

Masyarakat berharap lebar jalur inspeksi di sebelah jembatan rel kereta diperlebar menjadi 1,3 meter. Sedang, jalur yang saat ini tengah dibangun hanya berlebar satu meter. Masyarakat protes lantaran jalur inspeksi jembatan yang lama juga berlebar 1,3 meter. Masyarakat menggunakan jalur tersebut sebagai jembatan. Selain itu, masyarakat juga menginginkan pembenahan jalan aspal dekat pintu kereta, menanyakan fungsi akses jembatan, pembenahan lorong jalan bawah rel, pembenahan saluran sepanjang jalan minak koncor, dan lubang untuk pengontrol dibuat buka tutup.

“Jadi masyarakat menginginkan pembangunan dobel track yang membawa kesempurnaan semua pihak. Tetapi juga harus memberikan kesempurnaan bagi masyarakat sekitarnya. Keinginan warga sudah diakomodir pelaksana disini, jadi sudah tidak ada masalah,” kata walikota.

Bahkan, lanjut walikota, masyarakat diminta turut memantau jalannya pembangunannya. Harapannya, pembangunan bukan malah merugikan masyarakat. Namun, walikota mengajak untuk tetap mengedepankan musyawarah dalam setiap masalah yang mungkin muncul. Termasuk yang saat ini mengemuka. Walikota menyebut pihak pelaksana siap mengakomodir keinginan masyarakat.

“Semua akan difungsikan seperti dulu. Akan saya pantau terus. Ini kan demi kebaikan bersama,” ujarnya sembari menyebut pemerintah siap membantu.

Staf Satker Double Track Wilayah Jawa Timur Bagian 2 Suyadi menyebut pekerjaan dobel trek bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tak heran, pihaknya terbuka dengan usulan masyarakat. Suyadi menyebut pihaknya akan mengakomodir keinginan masyarakat. Namun, tentu tetap sesuai dengan aturan. Termasuk perubahan lebar jalur inspeksi yang artinya harus merubah konstruksi. Selain itu, jalur inspeksi bukan fasilitas umum. Jalur tersebut hanya untuk petugas perawatan jembatan. Tak heran, pihaknya butuh koordinasi lebih lanjut. Bahkan, mengemuka usulan untuk membuat akses lain untuk masyarakat.

“Tadi banyak usulan yang muncul. Tentu akan kami tampung dan menjadi pembahasan ke depan. Koordinasi akan terus dilakukan,” ujarnya. (ws hendro/agi/madiuntoday).

Artikel Terkait

Don`t copy text!