Buka Acara Open Communicate Madiun, Wawali Ajak Siswa-Siswi Lebih Giat Berliterasi

MADIUN- Budaya literasi merupakan satu kegiatan yang harus ditumbuhkan dalam diri setiap manusia, khususnya bagi anak-anak yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa.

Maka dari itu, untuk meningkatkan dan memberi pemahaman mengenai literasi tersebut, SMPN 2 Kota Madiun bekerja sama dengan relawan TIK Kota Madiun mengadakan workshop yang diberi nama Open Communicate Madiun.

Wakil Walikota Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri berkesempatan untuk membuka acara yang digelar di Ruang Audio Visual Perpustakaan Kota Madiun tersebut, pada Rabu (19/6).

Kesempatan tersebut dijadikan Wawali Inda sebagai ajang untuk bertukar pengalaman dan belajar mengenai literasi, bersama puluhan siswa kelas VII SMPN 2 Kota Madiun.

“Acara berlangsung gayeng. Ini menandakan minat siswa-siswi SMPN 2 Kota Madiun walaupun tidak semuanya, minat literasinya tinggi,” ujarnya selepas membuka acara.

Kesempatan tersebut sekaligus digunakan Wawali yang baru saja dilantik pada 29 April itu, sebagai sarana untuk menerima saran dan masukan yang disampaikan langsung oleh siswa-siswi.

Baca juga:   Jalan Tol Ngawi-Kertosono Miliki Dua Simpang Susun

“Pengen tahu apasih yang diperlukan oleh anak muda sebagai pegiat literasi untuk mendukung lebih giat dalam berliterasi. InsyaAllah pelan-pelan saran dan masukannya akan kita wujudkan bersama,” ungkapnya.

Wakil Walikota Inda berharap, kegiatan semacam ini dapat dicontoh oleh sekolah lain. Hal ini penting, mengingat untuk meningkatkan minat membaca dan menulis siswa-siswi memang harus ada pemacu dan motivasi terlebih dulu.

Wakasek Kesiswaan SMPN 2 Kota Madiun Fitriyanti Shiddhieq mengatakan Open Communicate Madiun merupakan program literasi sekolah yang diketuai oleh Yuni Setyawati Maidi selaku Kepala Perpustakaan SMPN 2 Kota Madiun. Tujuannya sebagai media untuk anak-anak agar melek literasi.

“Hari ini siswa-siswi diajari mengenai literasi dasar dan memotivasi anak-anak untuk mau menulis. Harapannya melalui acara ini potensi siswa bisa diketahui dan lebih terasah,” tandasnya. (dhevit/farid/kus/diskominfo)