MADIUN – Sekarwati tak bisa lagi menutupi perasaannya bahagianya. Hari ini dia telah sah menyandang status istri dari Mohamad Sophi. Lebih membahagiakan lagi karena prosesi pernikahannya diselenggarakan secara mewah dan meriah oleh Pemkot Madiun.

Ya, Sekarwati dan Sophi merupakan salah satu peserta event nikah massal yang dilaksanakan pemkot dalam rangka memeriahkan Hari Jadinya yang ke-101 tahun melalui Dinas Sosial PP dan PA beserta Dinas Komunikasi dan Informatika melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Bersama lima pasangan lainnya, Sekarwati dan Sophi mengikuti rangkaian acara yang terlaksana di rumah dinas walikota Jalan Pahlawan, Kamis (20/6).

‘’Ya pasti senang, kan sudah sah,’’ ungkap Sekarwati sembari tersipu. Senyum sumringah terus melekat di bibir perempuan 57 tahun itu. Tangannya pun tak henti menggenggam erat lengan sang suami. Sesekali mereka bercanda mesra seakan dunia hanya milik berdua.

Rupanya, perasaan yang sama juga dirasakan oleh Sophi. Dia mengaku lega karena kini statusnya dengan perempuan yang dicintainya itu telah sah. Baik secara hukum agama maupun negara. ‘’Sebelumnya hanya nikah siri. Sungkan sama orang-orang sekitar,’’ ungkap warga Jalan Bali, Kota Madiun itu.

Pria yang sehari-hari bekerja serabutan itu telah menjalin hubungan dengan Sekarwati hampir 3 tahun lamanya. Namun, biaya pernikahan menjadi kendala mereka untuk meresmikan hubungan. Karenanya, program nikah massal ini membawa harapan baru bagi keduanya.

Sebelumnya, Sophi pernah menikah. Dia memiliki 3 orang anak dan 3 cucu. Namun, sang istri telah meninggal dunia. Sama halnya dengan Sekarwati. Perempuan yang memiliki 3 orang anak dan 4 cucu itu juga telah ditinggalkan selama-lamanya oleh sang suami.

Baca juga:   Jangan Coba-Coba! Sanksi Berat Menanti Pelanggar Kampanye

Setelah resmi menikah, keduanya mengaku belum memiliki rencana. Saat ditanya tujuan bulan madu, keduanya sepakat akan jalan-jalan menyenangkan cucu-cucu. ‘’Paling ke Pasar Besar,’’ timpal Sekarwati lantas tertawa.

Tak hanya Sophi dan Sekarwati, perasaan bahagia karena telah resmi menikah hari ini juga dirasakan oleh pasangan lainnya. Yakni, Reni Wahyuni dan Bambang Triono, Lilik Budi Rahayu dan Djoko Purnomo, Jumirah dan Subiran, Sumarlin dan Fitri Yanto, serta Suroto dan Minah.

‘’Alhamdulillah, kami merasa terbantu dengan program pemkot ini. Tadinya sudah berencana menikah sendiri, tapi karena ada program ini ya mengikuti saja. Apalagi semua gratis dibiayai pemkot,’’ ujar Lilik Budi Rahayu.

Sementara itu, peserta bernama Suroto mengungkapkan kebahagiaannya dengan mendoakan Pemkot Madiun dan Walikota Madiun Maidi agar senantiasa sukses dan lancar dalam membangun Kota Madiun menjadi lebih baik lagi. ‘’Masyarakatnya makin sejahtera,’’ harapnya.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh tamu undangan yang merupakan masyarakat dari kelompok orang-orang tidak mampu dan anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka juga mendapatkan bingkisan spesial dari pemkot. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019