MADIUN – Penerima bantuan pangan non tunai daerah (BPNTD) di Kota Madiun akhirnya mendapatkan angin segar. Setelah penantian hingga satu semester pertama di 2019, bantuan itupun akan segera cair. Sebab, Walikota Madiun Maidi telah menandatangani MoU dengan BNI sebagai mitra penyalur bantuan kepada warga.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Madiun Heri Suwartono menjelaskan, pencairan BPNTD memang sempat tertunda. ‘’Ada instruksi dari Gubernur untuk menunggu pasca pemilu. Sekarang pemilu sudah selesai, jadi sudah bisa dicairkan,’’ tuturnya dalam sosialisasi BPNTD di aula Stadion Wilis, Jumat (21/6).

Tahun ini, jumlah penerima BPNTD di Kota Madiun tercatat ada 2.044 orang. Jumlah ini berkurang dari tahun lalu yang mencapai 2.129 orang. Menurut Heri, berkurangnya penerima ini disebabkan berbagai hal. Antara lain, penerima sebelumnya meninggal dunia, pindah domisili, atau sudah mampu.

Penerima BPNTD merupakan warga yang terdaftar dalam database kemiskinan di Kementerian Sosial. Berdasarkan basis data terpadu Kemensos, jumlah warga miskin di Kota Madiun ada 8.020 orang. Sebanyak 5.370 orang telah mendapatkan BPNT dari pemerintah pusat. Sedangkan, 3.150 orang lainnya telah mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

‘’Yang 2.044 ini belum mendapatkan bantuan dari pusat. Karena itu, dicover oleh pemerintah daerah,’’ terangnya.

Baca juga:   Kemendag Revitalisasi Pasar Rakyat untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Dari 2.044 orang itu terbagi dalam 3 kecamatan. Rinciannya, 501 orang ada di Kecamatan Kartoharjo, 615 orang di Kecamatan Manguharjo, dan 928 orang lainnya di Kecamatan Taman. Proses pencairannya dapat dilakukan di e-warong yang tersebar di seluruh wilayah Kota Madiun. ‘’Total, ada 30 e-warong di Kota Madiun yang menyediakan pencairan BPNTD,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, Heri menjelaskan, penerima BPNTD akan mendapatkan bantuan Rp 110 ribu setiap bulan. Namun, dalam bentuk sembako berupa beras dan telur. Karena telah memasuki semester kedua di 2019, maka pencairannya akan dilakukan secara bertahap. ‘’Akan dijadikan satu dalam beberapa waktu ke depan,’’ tandasnya. (dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019