MADIUN – Gelaran Panggung Gembira Indosiar di Kota Madiun pada hari kedua tak kalah semarak dibandingkan hari pertama. Ribuan masyarakat Kota Madiun berjubel di Alun-Alun untuk menyaksikan aksi para artis ibukota. Event yang terselenggara sebagai rangkaian Hari Jadi Kota Madiun itupun semakin meriah.

Tak hanya artis ibukota, Panggung Gembira juga dimeriahkan oleh penampilan kesenian daerah. Yakni, atraksi pencak silat dari 101 pendekar di Kota Madiun. “Jumlah pendekarnya 101. Sesuai dengan usia Kota Madiun sekarang,” ujar Walikota Madiun Maidi, Minggu (23/6).

Jurus-jurus yang menjadi andalan padepokan pencak silat pun ditampilkan dengan enerjik oleh para pendekar. Tak kalah heboh, penonton terus bersorak dan tepuk tangan melihat aksi putra daerah tersebut.

Walikota mengatakan, para pendekar tersebut merupakan atlet-atlet berbakat dari Kota Madiun. Mereka juga telah memenangkan beragam kejuaraan pencak silat.

“Sebentar lagi di Kota Madiun akan ada event seni silat nusantara. Kita akan launching setelah upacara Hari Kemerdekaan,” paparnya.

Dengan ditampilkannya atraksi silat di televisi nasional, diharapkan seni silat di Kota Madiun semakin dikenal masyarakat luas.

Baca juga:   Berhasil kelola Sanitasi, Pemkot Madiun Raih Penghargaan STBM Berkelanjutan dari Kemenkes

Bukan cuma itu, tumpeng bluder raksasa beragam rasa pun tak ketinggalan memeriahkan acara. Penonton pun menyambutnya dengan antusias. Apalagi, ketika bluder dibagikan pada akhir acara.

Dalam kesempatan itu, Walikota juga menyampaikan ucapan terima kasih Indosiar dan seluruh sponsor atas terselenggaranya Panggung Gembira. “Semoga acara-acara serupa ke depannya dapat terselenggara di Kota Madiun. Sehingga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Madiun Yuni Setyowati Maidi menyerahkan kain batik khas Kota Madiun kepada presenter acara. “Di Madiun juga ada banyak pengrajin batik dengan corak yang tak kalah cantik. Tentunya, dengan ciri khas yang asli Kota Madiun,” terangnya. (WS Hendro/irs/farid/ayu/diskominfo)