Jelang PPDB SD-SMP, Dindik Matangkan Regulasi

MADIUN – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang TK, SD, dan SMP akan dimulai besok, Selasa (25/6). Untuk mematangkan pelaksanaannya, Dinas Pendidikan Kota Madiun pun melakukan sejumlah persiapan akhir.

‘’Terkait persiapan PPDB, ini sudah memasuki tahap kedua. Sebelumnya, rekomendasi (untuk siswa berprestasi) sudah kami laksanakan. Besok (Selasa, red) pendaftaran di masing-masing sekolah sudah siap,’’ tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana saat diwawancarai, Senin (24/6).

Heri menjelaskan, proses pendaftaran SD dilakukan di sekolah. Sedangkan, pendaftaran SMP dapat dilakukan secara mandiri di manapun. Namun, jika orang tua ingin mendaftar langsung di sekolah juga disediakan pelayanan.

Masing-masing peserta mendapatkan tiga pilihan alternatif. Untuk jenjang SD menggunakan sistem zonasi per kecamatan. Sedangkan, penerimaan SMP menggunakan sistem zonasi satu kota. Namun, dilihat jarak terdekat antara rumah siswa dan sekolah tujuan.

Terkait prosentase penerimaan, Heri mengungkapkan bahwa telah terjadi perubahan dalam juknis sesuai Permendikbud 51/2018. Yakni, terkait sistem zonasi yang tadinya memberikan kuota 90 persen penerimaan di masing-masing sekolah.

‘’Sekarang diubah menjadi 80 persen penerimaan melalui jalur zonasi. Sedangkan, jalur prestasi mendapatkan tambahan menjadi 15 persen kuota dan lima persennya untuk jalur perpindahan orang tua,’’ paparnya. Perubahan ini selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan perubahan perwal terkait PPDB TK, SD, dan SMP tahun ajaran 2019/2020.

Baca juga:   Ikhlas Didik Anak Asuh, Ipda Rohmat Diganjar Penghargaan PBB

Berkaca pada pelaksanaan PPDB SMA/SMK, Heri berharap masyarakat dapat mematuhi aturan pelaksanaan PPDB TK, SD, SMP dengan baik. Sehingga, tidak terjadi permasalahan dalam pelaksanaannya.

Lebih lanjut, Heri menjelaskan, pihaknya akan berupaya memfasilitasi masyarakat Kota Madiun. Misalnya, bagi peserta yang belum mendapatkan sekolah akan diarahkan kepada sekolah yang pagunya masih belum terpenuhi.

‘’Tidak akan ada gelombang kedua. Tahapan PPDB sesuai dengan yang sudah ditetapkan itu saja,’’ tegsanya.

Secara terpisah, Walikota Madiun Maidi menuturkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan sejumlah antisipasi agar pelaksanaan PPDB SD dan SMP berjalan lancar serta memenuhi kebutuhan masyarakat. ‘’Salah satunya dengan optimalisasi fasilitas. Prinsipnya, jangan sampai ada aturan yang dilanggar,’’ jelasnya.

Sementara itu, hari ini PPDB SMA/SMK memasuki tahapan daftar ulang bagi para peserta yang telah diterima pada sekolah pilihannya. Proses pelaksanaan daftar ulang akan berlangsung hingga 25 Juni 2019. Jika sampai batas waktu yang ditentukan peserta tidak melakukan daftar ulang, maka akan dianggap mengundurkan diri. (dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019