MADIUN – Para pengguna jasa kereta api tentu tak asing lagi dengan aplikasi KAI Access. Yakni, sebuah layanan online yang dapat diakses melalui smartphone. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat memesan tiket KA maupun membatalkan atau mengganti jadwal keberangkatan.

Per 1 Juli 2019, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengambil alih sistem aplikasi tersebut. Dengan demikian, diharapkan pelayanan terhadap pengguna jasa KA akan semakin cepat dan mudah. ‘’Sebelumnya sistem aplikasi ini dipegang oleh pihak ketiga,’’ ungkap Vice President PT KAI Daop 7 Madiun Wisnu Pramudyo saat diwawancarai, Kamis (27/6).

Setelah mengambil alih sistem aplikasi, PT KAI akan menambah kapasitas server. Dengan begitu, layanan online tersebut tidak akan mengalami kendala macet. Terutama, pada waktu-waktu tertentu ketika ramai pemesanan tiket KA. Misalnya, ketika menjelang Lebaran atau libur Natal.

Baca juga:   Jangan Asal Murah, Baiknya Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengambil KPR

Meski begitu, Wisnu menyebut ada konsekuensi dari peralihan sistem tersebut. Yakni, mulai 1 Juli 2019 pemesanan tiket KA tidak bisa dilayani H-90 keberangkatan. Namun, pengguna jasa tetap bisa melakukan pemesanan tiket KA H-30 sebelum keberangkatan. ‘’Jadi per 1 Juli yang bisa dilayani hanya sampai keberangkatan 1 Agustus,’’ jelasnya.

Saat ini, layanan KAI Access juga mengalami perbaikan. Sehingga, belum dapat digunakan untuk pemesanan tiket. Informasi terkait perbaikan tersebut juga diumumkan melalui layanan KAI Access ketika pengguna membuka aplikasi itu melalui smartphone.

Atas kendala tersebut, Wisnu pun memohon maaf kepada para pengguna jasa KA. Namun, peralihan tersebut memang perlu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, ke depan masyarakat dapat menikmati fasilitas dari PT KAI secara maksimal. (irs/madiuntoday)