Lewat Roadshow Bus KPK, Sosialisasi Cukai Kian Mengena

Di Posting Oleh madiuntoday

29 Juni 2019

MADIUN- Malam minggu di Kota Madiun makin semarak dengan kehadiran Roadshow Bus KPK yang telah mejeng di Kota Pecel sejak Jumat (28/6). Tak hanya memberikan edukasi pencegahan tindak pidana korupsi sejak dini dan pesan antikorupsi.

Kehadiran Bus KPK di halaman Sun Hotel juga lebih seru dengan panggung hiburan yang diisi dengan penampilan kesenian budaya, pemutaran film anti korupsi, dan penampilan musik dari musisi kenamaan Kota Madiun. Tak hanya hiburan semata, ajang ini sekaligus dijadikan sebagai sarana edukasi ketentuan di bidang cukai.

“Apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemkot Madiun dan Diskominfo yang selalu memiliki cara yang khas dalam mensosialisasikan ketentuan cukai. Sosialisasi cukai memang perlu disampaikan langsung kepada masyarakat,” ujar Pelaksana Pemeriksa Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Madiun David Julian Ichtianto.

Lebih lanjut, David mengatakan, inti dari sosialisasi adalah pesan yang disampaikan bisa sampai ke masyarakat. Melalui ajang yang dihadiri banyak masyarakat seperti ini, darisana dapat dipastikan yang menerima pesan cukai akan banyak juga.

“Sosialisasi aturan, perundang-undangan, atau ketentuan lain bisa jadi membosankan jika dilakukan dengan cara konvensional. Tapi melalu acara yang dikemas sedemikian rupa ini pasti bisa lebih masuk dan mudah diingat masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, David menyebut terdapat tiga barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Yakni, etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau. Hasil tembakau paling banyak beredar. Di antaranya, rokok, klobot, tembakau iris, dan hasil tembakau lain. Di antaranya, tembakau hirup, tembakau kunyah, hingga essen dan ekstrak yang biasa digunakan dalam rokok elektrik atau vapor. Masyakarat wajib tahu. Memperjual-belikan rokok wajib membayar cukai. Sebaliknya, melanggar ketentuan cukai, bisa berujung pidana.

“Barang-barang ini wajib kena cukai karena produksinya harus dibatasi dan peredarannya harus diawasi karena pengkonsumsiannya menimbulkan dampak negatif,” jelasnya.

Cukai, kata dia, merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Kantor Bea Cukai Madiun rata-rata menyumbang Rp 700 miliar setiap tahunnya hanya dari pendapatan cukai. Mematuhi aturan cukai sama halnya turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

Nantinya, dua persen dana cukai akan dikembalikan kepada masyakarat. Seperti untuk pembiayaan kegiatan seperti ini. Maka dari itu, semakin besar pemasukan cukai kepada negara, semakin besar pula dana yang dikembalikan kepada masyarakat.

“Terakhir, kesempatan ini sekaligus saya jadikan sarana untuk menyampaikan jargon baru kami. Mari kepalkan tangan dan teriakan Gempur Rokok Ilegal,” tandasnya.
(rahmad/kus/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019

Artikel Terkait

Informasi Harian COVID-19

Informasi Harian COVID-19

Informasi tanggal 24 Mei 2020 Untuk membaca informasi lebih lengkap COVID-19 di Kota Madiun, bisa melalui http://dashboard.madiunkota.go.id/ dan http://covid19.madiunkota.go.id/ [su_image_carousel source="media: 48568,48569,48570,48571,48572" crop="1:1" dots="no"...

Antisipasi Takbir Keliling, Pemkot dan TNI-Polisi Gelar Patroli

Antisipasi Takbir Keliling, Pemkot dan TNI-Polisi Gelar Patroli

MADIUN- Menyambut hari Raya Idul Fitri 1441 H yang jatuh esok hari, Pemerintah Kota Madiun bersama personil gabungan dari TNI dan Polisi gelar patroli gabungan guna mengantisipasi takbir keliling yang biasa dilakukan di malam-malam menjelang lebaran.  Patroli gabungan...

Don`t copy text!