Bimtek Smart City Hari Kedua, Beragam Strategi Menuju Kota Pintar Mengemuka

MADIUN- Langkah menuju Smart City kian dimatangkan oleh Pemkot Madiun. Setelah sebelumnya menggelar bimbingan teknis (bimtek) tahap pertama, pada Jumat (5/7) bimtek hari kedua dilangsungkan. Beragam strategi dan sasaran program untuk menuju kota pintar mengemuka.

Para peserta yang terbagi ke dalam enam kelompok bidang, yaitu Smart Government, Smart Economy, Smart Branding, Smart Social, Smart Living, dan Smart Environment, berlomba-lomba menyampaikan pemikiran yang telah disepakati bersama dari hasil diskusi yang telah disampaikan tempo hari.

Pemaparan pertama disampaikan oleh perwakilan kelompok bidang Smart Branding yang terdiri dari gabungan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memaparkan berbagai macam strategi branding inovatif. Salah satu isu yang mengemuka adalah strategi membranding pencak silat sebagai identitas Kota Madiun.

Nantinya sasaran dan strategi yang dipaparkan akan diturunkan menjadi program untuk mewujudkan Smart City. Sampai satu bulan kedepan masih bisa ditambahkan program-program untuk menyempurnakan.

Lebih lanjut, ajang pemaparan yang dipandu langsung oleh Profesor yang juga alumnus SMAN 1 Kota Madiun Marsudi Wahyu Kisworo berlangsung seru. Pasalnya tak hanya pemaparan semata, tapi juga banyak tanggapan yang dilontarkan peserta lain, pun Walikota Madiun Maidi.

Menurut Profesor Marsudi, Kota Madiun memiliki modal besar untuk mewujudkan terciptanya kota pintar. Salah satunya berasal dari peran dan komitmen kepala daerah dalam menerapkan konsep ini. Marsudi menyebut Walikota Maidi memiliki semangat dan komitmen tersebut.

Baca juga:   Tak Hanya Penting, Sarpras LLAJ Merupakan Kebutuhan, Yuks Kita Jaga Bersama

‘’Terpenting, komitmen dari kepala daerah adalah modal yang paling besar. Dan itu saya lihat ada di Walikota Madiun,” kata Professor Ilmu Komputer alumnus Curtin University Australia itu.

Berdasarkan pemaparan yang diberikan, Profesor Marsudi mengapresiasi terobosan-terobosan yang disampaikan untuk mencapai smart city ini. Pasalnya, smart city bukan hanya urusan IT, namun bagaimana mengelola kota demi meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan cara-cara yang pintar, melalui pemaparan ini, Marsudi optimis Kota Madiun mampu menerapkan Smart City dengan optimal.

“Luar biasa partisipasi di Kota Madiun tetap utuh, dari hari pertama sampai hari kedua. Mudah-mudahan ini menjadi langkah yang bagus untuk mencapai Smart City di Kota Madiun,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, sekaligus Walikota Maidi mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif dari seluruh organisasi kepala daerah (OPD) yang dari awal.

“Untuk kedepan saya mohon kalau ada bimtek lagi, apa yang harus disiapkan untuk diskusi segera dipersiapkan jauh-jauh hari. Bimtek ini menjadi langkah awal untuk melaju kemana setelahnya. Semoga kita bisa menerapkan smart city di kota ini,” tandasnya.
(dhevit/ayu/kus/madiuntoday)