Bersuara Emas, Adinda Galuh Hapsari Jadi Duta Pedamaian Dunia di Ajang IFLC Eropa 2019

MADIUN – Pelajar asal Kota Madiun makin moncer di level dunia. Salah satunya yang terbaru adalah Adinda Galuh Hapsari. Dia terpilih mewakili Indonesia sebagai duta perdamaian dunia dalam ajang International Festival of Language and Culture (IFLC) di Eropa Juni lalu.

Dinda, sapaan akrabnya, terpilih karena memiliki kemampuan bernyanyi yang mumpuni. Tiket untuk mengikuti event ke Jerman, Belgia, dan Perancis selama satu bulan itupun berhasil didapatkannya setelah melalui tahapan seleksi.

‘’Salah satunya kirim video rekaman saat bernyanyi tanpa musik. Saya kirim video yang sederhana. Menyanyi di sekolah, masih pakai seragam,’’ kenang siswi 16 tahun itu.

IFLC 2019 bukan ajang kompetisi. Melainkan, event yang bertujuan untuk mempromosikan, memberi pelajaran dan melakukan pertukaran ide untuk mendukung nilai-nilai toleransi, perdamaian dunia, jalinan persahabatan, dan sikap saling toleransi.

Pada kegiatan tersebut, Dinda dan puluhan anak lainnya dari berbagai negara unjuk kebolehan dengan bernyanyi lagu dari negara asalnya masing-masing. Alumnus SMPN 1 Madiun itupun membawakan lagu Meraih Bintang yang dipopulerkan oleh Via Vallen dan Cinta Indonesia karya Guruh Soekarno Putra.

Kemampuan menyanyi Dinda memang tak dapat diragukan lagi. Sejak usia 5 tahun dia sudah berlatih vokal di Studio Voice Corner binaan Neny Widyastuti. Selain memenangi beragam lomba, dia juga pernah menjadi finalis ajang pencarian bakat nasional di salah satu stasiun televisi swasta.

Karena itu, tak heran jika kemampuan olah vokal Dinda mendapatkan apresiasi dari peserta IFLC. Lagu yang dinyanyikannya pun ikut digemari. Banyak di antara teman-temannya yang akhirnya penasaran dengan Indonesia.

Baca juga:   Pemilihan Duta Wisata Kota Madiun 2018

‘’Senang rasanya bisa ikut mengenalkan Indonesia pada teman-teman dari berbagai negara. Bahkan, mereka memimpikan bisa ke Indonesia,’’ ujarnya sembari menyebut sempat rindu rasanya Nasi Padang dan Pecel selama berada di Eropa.

Mengikuti ajang internasional dan bertemu dengan anak-anak dari berbagai belahan dunia tentu memberikan kesan tersendiri bagi putri pasangan Poerwoko Agung Pambudi dan Dwi Indarwati itu. Dinda mengungkapkan bahwa awalnya dia sempat gugup.

‘’Saya takut Bahasa Inggris saya tidak cukup dimengerti mereka. Tapi di sana kami sama-sama belajar. Yang tidak lancar Bahasa Inggrisnya jadi semakin kompak,’’ ungkap gadis kelahiran 6 April 2003 itu.

Dengan mengikuti IFLC 2019, Dinda mendapatkan banyak pelajaran. Salah satunya, lebih terbuka dan memahami perbedaan budaya di berbagai belahan dunia. Dia juga berpesan kepada anak-anak muda di Kota Madiun untuk jangan pernah berhenti bermimpi.

‘’Asah terus kemampuan apapun yang kalian miliki dengan banyak latihan, tingkatkan kepercayaan diri, dan terus jaga semangatmu. Jangan kasih kendor,’’ pungkas siswa SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta itu. (istimewa/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019