Lomba Keroncong Buat Suasana Zaman Kuno Kian Kental Di Madioen Tempo Doeloe

MADIUN-  Rangkaian acara Madioen Tempo Doeloe (MTD) Sabtu (13/7) terus berlanjut. Pesta rakyat yang pada tahun ini digelar di salah satu destinasi cagar budaya Busbo ini, sukses membawa masyarakat ke suasana tempo dulu Kota Madiun.

Salah satunya lewat lomba keroncong yang diadakan sedari pukul 13.00 hingga pukul 17.00. Puluhan peserta antusias mengikuti lomba yang diadakan tiap tahun disetiap gelaran MTD ini. Setidaknya mereka menyanyikan empat lagu pilihan, yakni keroncong bunga anggrek, keroncong dewi murni, bunga sakura, dan dinda besari.

Meskipun musik keroncong identik dengan zaman dulu dan disukai orang tua. Namun tak menutup kemungkinan untuk jenis musik ini disukai oleh anak muda. Salah satunya seperti Bulan Rekxy, peserta termuda yang berusia 18 tahun.

“Ya kenapa tidak, saya dasarnya suka semua jenis musik. Keroncong ini salah satunya,” ungkapnya seusai menyanyikan lagu bunga anggrek di panggung.

Baginya, sebagai anak muda, merupakan tanggung jawabnya untuk nguri-uri budaya tradisional asli Indonesia. Maka dari itu, dirinya tertarik untuk mengikuti lomba keroncong yang diadakan oleh Pemkot Madiun melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun.

Baca juga:   Mengenal Indonesia, Peserta Java Journey Jajal Permainan Tradisional

Hal di atas seperti tujuan awal Pemerintah Kota Madiun dalam menyelenggarakan event tahunan ini. Melalui MTD, pemkot ingin melestarikan budaya yang ada sekaligus memperkenalkannya kepada anak-anak muda. Tak heran jika banyak pameran dan hiburan tersaji sejak dibuka kemarin Jumat (11/7).

Mulai dari wisata kuliner nusantara, pameran foto antik dari tahun 1950 an hingga berbagai macam kerajinan tempo dulu yang jarang sekali ditemukan di zaman kini.

Dalan kesempatan yang sama, istri Walikota Madiun Yuni Setyawati Maidi berkesempatan untuk melihat para peserta secara langsung menyanyikan lagu keroncong. Dirinya mengatakan, kegiatan semacam ini harus dijadikan kegiatan yang rutin dilakukan.

“Melalui acara ini kita jadi tahu bakat-bakat yang dimiliki oleh masyarakat Kota Madiun. Dari peserta laki-laki 21, perempuan 19 antusiasme luar biasa. Ternyata di Kota Madiun ini seniman-senimannya hebat,” tandasnya.
(ayu/kus/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019