Ngonthel di Boemi Retno Doemilah Berlangsung seru, Walikota Siap Tingkatkan Agar Kian Maju

MADIUN- Gelaran Madioen Tempo Doeloe ditutup manis dengan gowes sepeda lawas, Minggu (14/7). Acara bertajuk ini diikuti lebih dari lima ribu orang. Peserta tidak hanya dari daerah sekitar. Namun, juga hingga Kalimantan dan Sulawesi. Walikota Madiun Maidi menyebut event serupa bakal digelar lebih besar ke depan.

“Kegiatan hari ini luar biasa. Lebih dari 30 komunitas sepeda onthel hadir meramaikan. Apa yang kurang hari ini kita evaluasi untuk menggelar yang lebih besar ke depan,” kata walikota.

Apalagi, peserta tampil dengan berbagai gaya dan busana unik. Mulai ala masyarakat tempo dulu, bergaya veteran, nona Belanda lengkap dengan payungnya, hingga bergaya pakaian khas daerah. Ada juga yang berseragam SD kendati sudah berumur senja. Sepeda yang mereka tunggangi juga tak luput dari pernak-pernik. Ada yang menghiasi dengan lonceng, bendera, dan memodifikasinya dengan sound system. Tak heran, gelaran bersepeda cukup heboh lagi seru.

“Artinya, antusias masyarakat luar Kota Madiun akan kegiatan ini luar biasa. Secara tidak langsung, mereka juga turut meramaikan peringatan Hadi Jadi ke-101 Kota Madiun. Apresiasi buat mereka,” ungkapnya.

Baca juga:   Amankan Nataru, 1.112 Personil Gabungan Turut Dalam Ops Lilin Semeru 2018

Di kubu Pemkot, Walikota ditemani Wakil Walikota India Raya, Sekda Rudiyanto, hingga sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Forkopimda hingga Danrem 081 juga turut meramaikan. Mengambil start di kawasan Busbo, rute kegiatan sengaja melewati gedung cagar budaya dan sejumlah fasilitas umum. Hal itu sengaja mengingat Walikota Maidi berencana membuat wisata cagar budaya. Kegiatan gowes sekaligus ajang peninjauan dan evaluasi. Selain itu, walikota juga mempromosikan Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun yang akan ditingkatkan fasilitasnya. Tidak hanya sebagai taman olahraga. Tetapi juga taman hiburan dan jual-beli. Taman ini ke depannya menjadi Sunday Market menggantikan CFD. Masyarakat dapat berjualan di sana dengan tidak lagi menggunakan jalan. Pemerintah memang ingin mengembalikan fasilitas umum sesuai peruntukkannya.

“Jalan harus digunakan sebagai tempat melintas. Tatkala digunakan untuk berjualan muncul masalah baru. Mulai sampah dan lainnya. Makanya kita akan coba menggunakan taman bantaran untuk CFD. Waktu berjualan juga bisa lebih lama tanpa mengganggu pengguna jalan,” terangnya. (ws hendro/agi/diskominfo)