Ketika Walikota Jadi Sopir dan Ketua TP PKK Jadi Kernet, Anak-anak Malah Jadi Heboh

MADIUN – Naik bus sekolah di Kota Madiun memang sudah biasa. Namun, jika walikota yang berada di balik kemudinya, tentu sesuatu yang langka. Kesempatan itu dirasakan sejumlah anak-anak SMPN 2 Madiun, Senin (15/7). Tak hanya berkeliling bersama, walikota juga mengemudikan langsung bus tersebut. Tak heran, anak-anak kian riang lagi heboh.

‘’Bus ini harus nyaman tidak hanya bagi penumpang. Tetapi juga nyaman bagi pengemudinya. Kebetulan saya juga bisa mengemudikan. Jadi saya coba mengemudikannya tadi,’’ kata walikota.

Walikota tak ubahnya seperti sopir pada umumnya. Apalagi, mantan sekda ini juga memiliki SIM B2. Tak heran, dirinya cukup lihai mengemudikan bus sekolah tersebut. Apalagi, walikota juga memiliki kernet pribadi yang tak professional. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Madiun Yuni Setyawati Maidi, istrinya. Tak hanya duduk mendampingi, Yuni juga memberikan arahan-arahan dan peringatan layaknya kernet sungguhan. Mulai saat berbelok hingga memberikan peringatan ketika kendaraan lain kelewat mendekat. Tak heran, suasana dalam bus berubah riang dan menyenangkan.

‘’Anak-anak ternyata gembira. Apalagi, nyonya jadi kernetnya. Ternyata saya juga bisa mengemudikan bus,’’ ujarnya.

Sejumlah rute dilewati. Bahkan, anak-anak enggan turun ketika bus sampai di depan SMPN 2 Madiun, lokasi awal. Beberapa di antaranya meminta walikota mengemudikan lagi. Sayang, walikota harus menyudahi mengingat padatnya jadwal. Walikota menyebut bus sekolah sebagai layanan transportasi gratis di Kota Madiun sudah cukup layak dan nyaman. Pemkot berencana menambah tiga armada lagi tahun depan. Hal itu dirasa perlu mengingat banyaknya masyarakat yang antusias.

Baca juga:   Kominfo Segera Buka Blokir Tik Tok

‘’Kekurangan saat ini dipenuhi dengan melibatkan angkutan kota yang juga dijadikan angkutan sekolah di jam pulang dan berangkat. Ke depan, armada (bus) akan kita tambah,’’ imbuhnya.

Program angkutan sekolah gratis ini bukan hanya transportasi pelajar ke sekolah. Namun, juga sarana pendidikan kemandirian. Walikota berharap ketergantungan akan peran orang tua semakin diminalkan. Artinya, tumbuh keberanian anak-anak untuk pulang dan pergi ke sekolah tanpa didampingi orang tua. Ini penting untuk kehidupan anak-anak ke depannya. Anak semakin siap menghadapi dunia luar ketika harus menuntut ilmu atau bekerja di luar Kota Madiun.

‘’Kita juga sedang merintis jalur sepeda. Harapannya, nanti anak-anak bisa bersepeda dengan nyaman dan aman. Ini juga untuk melatih kemandirian anak agar tidak ketergantungan dengan orang tua,’’ pungkapnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019