Masuki Tahun Ajaran Baru, SMAN 2 Madiun Terapkan Sistem SKS

MADIUN – Pembelajaran tingkat SMA memakai sistem Satuan Kredit Semester (SKS) telah sukses diterapkan di beberapa daerah di Jawa Timur. Sebut saja, Malang, Surabaya, Bojonegoro, hingga Jember.

Kali ini, giliran Kota Madiun menerapkan sistem serupa. Yakni, di SMAN 2 Madiun mulai tahun ajaran baru 2019/2020. ‘’Berlaku untuk siswa kelas X yang baru masuk tahun ini,’’ ujar Kepala SMAN 2 Madiun Pramujo Budiarto saat ditemui dalam Sosialisasi Program Sekolah, Sabtu (13/7).

Penerapan sistem baru tersebut seiring dengan turunnya surat keputusan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 2 Mei lalu. Di dalamnya menyatakan bahwa SMAN 2 Madiun telah layak untuk menerapkan sistem SKS.

Lebih lanjut, Pramujo menjelaskan, sistem SKS di sekolah yang dipimpinnya ini tak jauh berbeda dengan SKS pada perkuliahan. Dalam satu semester terdapat beberapa KD (kompetensi dasar) yang wajib diselesaikan oleh siswa. Jika lulus, maka siswa bisa lanjut ke KD atau semester berikutnya tanpa menunggu teman-temannya yang lain.

Dengan sistem SKS, maka akan terlihat kemampuan siswa satu dengan yang lainnya dalam menyelesaikan setiap KD. Tak menutup kemungkinan jika nantinya di dalam kelas, setiap siswa mempelajari KD yang berbeda-beda.

Pramujo menambahkan, dengan sistem SKS ini tak menutup kemungkinan juga jika siswa bisa menyelesaikan SMA dalam waktu 2,5 tahun saja. ‘’Setengah tahunnya bisa dimanfaatkan untuk pemantapan UNAS maupun ujian masuk perguruan tinggi,’’ tuturnya.

Baca juga:   Hari Pertama Dibuka 295 Berkas Masuk, Dindik Pastikan Semua Proses Transparan

Setiap siswa, lanjutnya, mendapatkan tenggang waktu 4 tahun untuk menyelesaikan pendidikan SMA. Setelah 4 tahun, maka siswa terancam drop out (DO).

Sementara itu, Walikota Madiun Maidi berharap sistem SKS ini dapat memetakan kemampuan siswa. Juga, meningkatkan semangat siswa untuk menyelesaikan sekolah dengan sebaik-baiknya. ‘’Kami tentu tidak ingin ada siswa yang DO, apalagi dari SMAN 2 Madiun,’’ tegasnya.

Selain SMAN 2 Madiun, tahun ini SMAN 1 Madiun juga menerapkan sistem serupa. Meski begitu, sifatnya masih ujicoba. Ke depan, Walikota berharap sistem ini dapat diterapkan di semua sekolah di Kota Madiun.

‘’Karena ini sudah sistem SKS, cepat tidaknya lulus tergantung pada anak itu sendiri. Maka, orang tua harus ikut mengawasi. Jangan sampai modul yang sudah diberikan itu anak tidak bisa menyelesaikan sesuai target,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019