Hari Terakhir AYU 2019, 32 Pesawat Tempur Penuhi Langit Jatim

MADIUN – Memasuki hari terakhir Latihan Angkasa Yudha (AYU) 2019 di Lanud Iswahjudi, 32 pesawat dari berbagai jenis mengudara dalam Large Force Employment (LFE) hari ketiga, Jumat (19/7).

Pesawat yang tinggal landas dari Lanud Iswahjudi dimulai dari Pesawat SU 27/30 Sukhoi, Pesawat Hawk 100/200 disusul pesawat F 16 Fighting Falcon, selanjutnya pesawat T 50i Golden Eagle. Semua pesawat diasumsikan menyerang daerah musuh sesuai dengan tugasnya. Daerah yang diasumsikan sebagai daerah musuh adalah AWR (Air Weapon Range) Pandan wangi Lumajang.

Dalam sesi latihan hari kedua, Komando Tugas Udara Gabungan (Kogasudgab) telah berhasil merebut pangkalan udara musuh. Untuk memperkuat kekuatan, Kogasudgab mengeluarkan Air Task Order (ATO) kepada Mission Commander (MC). Yakni, melaksanakan misi resupply senjata dan amunisi.

Misi resuplly dilaksanakan oleh 1 pesawat Herkules C-130 dengan menggunakan CDS (Cargo Delivery System). Yaitu, sistem Cargo Drop dengan menggunakan parasut yang dilepaskan dari Ram Door (pintu belakang) pesawat. Namun, sebelum pesawat Herkules tersebut dapat masuk Dropping Zone/DZ (area pendaratan), maka penguasaan udara (air superiority) harus direbut terlebih dahulu.

Untuk itu, pesawat-pesawat tempur diterbangkan guna melaksanakan misi Offensif Counter Air (OCA). Yakni, misi untuk merebut pengendalian udara di daerah operasi dengan cara melumpuhkan seluruh pesawat tempur musuh yang terbang dan menghancurkan kekuatan pertahanan udara musuh yang berada di permukaan (Ground Base Air Defense).

Sementara itu, pesawat tempur F-16, Su-27/30 mendapat tugas untuk mencari pesawat tempur musuh (Sweeper) yang terbang di daerah operasi dan mengawal (Escort) pesawat Herkules untuk melindunginya dari ancaman pesawat tempur musuh.

Selanjutnya, pesawat tempur Hawk 109/209, T-50 dan Super Tucano mendapat tugas untuk menghancurkan GBAD musuh dan sasaran-sasaran permukaan yang bergerak. Pada misi penghancuran sasaran-sasaran permukaan, pesawat-pesawat tempur tersebut dikendalikan oleh satu tim Ground Forward Air Controller (GFAC).

Baca juga:   Wisata Kuliner Pentol Corah, Pedasnya Nendaaaaang Buanget

Setelah pengendalian udara berhasil direbut, maka OCA Package Commander (PC) menyampaikan informasi kepada pesawat Herkules untuk masuk ke DZ. Selain itu, disiagakan pula tiga helikopter yang terdiri dari 2 EC-725 Caracal dan 1 NAS-332 Super Puma untuk melaksanakan misi Combat Search and Rescue (CSAR) guna menyelamatkan awak pesawat yang jatuh di daerah musuh.

Seluruh misi operasi udara inipun dipantau dan dikendalikan oleh para Ground Control Intercept (GCI) guna mendukung taktik yang direncanakan oleh MC agar misi yang dilaksanakan dapat berhasil.

Pada LFE hari ketiga ini juga dicoba kemampuan pesawat CN-295 spesial mission yang dilengkapi dengan surveillance sensor untuk dapat melihat air/maritime situation di daerah operasi. Tiga personel GCI diikutkan pada pesawat tersebut untuk dapat mengendalikan pesawat-pesawat yang bermain dalam kegiatan LFE hari ketiga.

LFE hari ketiga ini berlangsung kurang lebih selama 2 jam di wilayah udara Lanud Iswahjudi dan Lanud Abdurrahman Saleh. Kegiatan inipun diakhiri dengan pelaksanaan De-brief (evaluasi) untuk dapat melihat hasil dari pelaksanaan LFE hari ketiga dan memperoleh pelajaran yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan para awak pesawat.

Dalam skenario latihan Angkasa Yudha 2019 ini juga diasumsikan TNI AU menerbangkan pesawat AWACS (Airborne Warning and Control System) yang di tujukan untuk mengontrol dan mendeteksi pesawat kapal dan kendaran musuh yang tidak tertangkap oleh radar darat. Pesawat AWACS akhirnya dapat mengetahui semua posisi lawan yang siap dihancurkan oleh pasukan TNI AU. (Pen Lanud Iswahjudi/irs/madiuntoday)