Maksimalkan Potensi Pencak Silat, Walikota Akan Beri Reward dan Gelar Banyak Kejuaran Ke Depan

MADIUN – Keamanan merupakan kebutuhan dasar. Daerah harus aman agar aktivitas masyarakat lancar. Berbagai upaya dilakukan agar kondusifitas terwujud. Tak terkecuali di Kota Madiun. Bahkan, kota pecel memiliki potensi luar biasa dalam mewujudkan kondusifitas yang maksimal. Sebab, Kota Madiun memiliki ribuan pendekar dari berbagai perguruan pencak silat. Setidaknya, terdapat sebelas perguruan yang tergabung dalam Paguyuban Pencak Silat (PPS). Tak heran, peran dan kontribusi pendekar diharapkan demi menciptakan keamanan di Kota Madiun.

“Kota Madiun memiliki ribuan pendekar. Tatkala ini bahu-membahu saling membantu, tentu Kota Madiun akan aman, tentram, dan damai,” kata Walikota Madiun Maidi saat membuka kegiatan Optimalisasi Peran Pesilat dalam Mewujudkan Kota Madiun sebagai Kota Pendekar yang Aman, Tentram, dan Damai di Aston Hotel, Jumat (19/7) malam.

Hal itu tentu tidak datang dengan sendirinya. Butuh komitmen semua pihak. Termasuk peran para pendekar. Pemkot sengaja mengundang pengurus dan anggota sebelas perguruan yang ada dalam kegiatan tersebut. Harapannya, para pendekar ini memiliki satu pemahaman akan pentingnya mewujudkan daerah yang kondusif. Tak hanya itu, walikota sengaja membuka pemikiran tentang potensi lain dari pencak silat. Salah satunya, potensi ekonomi di dalamnya. Dengan mengemas pencak silat secara baik, diharapkan menarik perhatian publik hingga mengundang investor.

“Pencak silat menyimpan potensi yang luar biasa. Ini harus dioptimalkan. Tetapi tentu ini butuh komitmen bersama,” ujarnya.

Baca juga:   Lewat Acara Sambung Rasa, Walikota Ajak Masyarakat Perkuat Sinergitas

Walikota berencana menghidupkan pencak silat dengan berbagai kejuaraan ke depan. Terdekat Seni Pencak Silat Nusantara yang akan digelar 26-27 Juli ini. Sedang, pembukaan dijadwalkan 25 Juli nanti. Menpora juga dijadwalkan hadir. Perlombaan ini rencana juga dihadiri pendekar dari luar negeri. Di antaranya, Amerika, Jepang, Canada, Malaysia, Singapura, Brunei, Timor Leste, Filiphina, dan Jerman. Selain itu, walikota juga berencana menggelar kejuaraan saat bulan muharam atau suro. Setiap perguruan akan diberikan waktu tiga hari untuk pentas di Alun-alun.

“Kalau banyak kegiatan, harapannya pencak silat semakin dikenal dan memberikan banyak manfaat,” terangnya.
Selain itu, walikota juga akan memberikan reward bagi pendekar berprestasi. Tentu khusus kejuaran bergengsi. Di antaranya, bebas memilih sekolah untuk tingkat SD dan SMP hingga beasiswa bagi yang lulus SMA. Jika tak ingin melanjutkan, juga akan diberikan pekerjaan. Reward tersebut juga sebagai stimulus bagi pendekar-pendekar lain agar semakin bersemangat mengukir prestasi.

Walikota menambahkan, Kota Madiun harus berkesan baik diluar. Ini berkaitan dengan tingkat kunjungan masyarakat luar hingga investor. Saat kunjungan tinggi ekonomi bergerak dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Pendekar harus benar-benar mengayomi agar dunia internasional melihat dan tertarik untuk datang,” pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)