Kuncen Manfaatkan Dana Kelurahan untuk Pelatihan Warga, Kejaksaan Beri Pendampingan

MADIUN – Manfaat pos dana alokasi umum (DAU) bagi kelurahan di Kota Madiun semakin dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya, warga Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Mereka mendapatkan sejumlah pelatihan untuk meningkatkan keterampilan.

Misalnya seperti 22 warga kelurahan tersebut yang mengikuti pelatihan tata rias wajah di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Puspita mulai Selasa (23/7). Pada pelatihan yang berlangsung selama enam hari tersebut, para peserta akan diajari cara menggunakan make up dengan baik dan benar.

‘’Pelatihan ini atas permintaan masyarakat. Harapan kami, para peserta bisa belajar dengan maksimal dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya,’’ tutur Lurah Kuncen Basari.

Menurut Basari, pihaknya menggunakan dana kelurahan Rp 58 juta untuk menyelenggarakan pelatihan ini. Selain itu juga ada program dan kegiatan lainnya yang akan diselenggarakan dengan memanfaatkan dana kelurahan. Di antaranya sosialisasi, pelatihan memasak, serta pelatihan terhadap kader kesehatan ibu dan anak, serta lansia.

‘’Harapannya, pelatihan ini benar-benar tepat sasaran dan bisa menghasilkan output yang baik,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Madiun Wartajiono Hadi menyatakan bahwa kejaksaan siap untuk melakukan pendampingan terhadap penggunaan anggaran yang bersumber dari dana kelurahan. ‘’Pendampingan ini sebagai upaya agar penyaluran dana kelurahan bisa tepat sasaran dan sesuai peruntukannya,’’ jelas Hadi.

Baca juga:   Matangkan Ramadan Fest Tahun Ini, Ketua TP PKK Pimpin Langsung Rapat Koordinasi

Menurut Hadi, kejaksaan bersama kelurahan melaksanakan evaluasi setiap pekan terkait penggunaan dana kelurahan. Harapannya, hal ini dapat meminimalisasi kekeliruan. ‘’Kalau ada yang kurang tepat, kami benahi,’’ tegasnya.

Lebih lanjut, Hadi mengatakan, dalam penggunaan dana kelurahan ini pendampingan kejaksaan bersifat pencegahan. Bukan penegakan hukum. Sehingga, ketika terjadi kekeliruan secara administrasi dapat segera dilakukan koreksi.

Meski baru pertama kali diluncurkan tahun ini, Hadi optimis penyelenggaraan kegiatan dengan dana kelurahan dapat berjalan tanpa masalah. Terutama, di Kota Madiun. ‘’Kami yakin tidak ada (penyelewengan, red). Kota Madiun beda penerapannya. Lebih bagus dari daerah lain,’’ pungkasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019