Festival Seni Pencak Silat Nusantara II Usai, Kota Malang Raih Juara Umum Lagi

MADIUN – Perhelatan Festival Seni Pencak Silat Nusantara II berakhir, Sabtu (27/7) malam. Kontingen Kota Malang berhasil mempertahankan juara umum untuk kali kedua festival seni pencak silat rangkaian peringatan Hari Jadi ke-101 Kota Madiun itu. Kota apel berhasil merebut sepuluh dari 33 kategori yang dilombakan. Peraih kategori terbanyak kedua dimiliki PSHT Kota Madiun dengan meraih enam kategori. Berikut daftar penyaji terbaik Festival Seni Pencak Silat Nusantara II.

Kategori Perseorangan Putra
– PPS Congkok Astrab DKI Jakarta
– Kontingen Kota madiun
– PSHT
– Pamur
– Kontingen Kota Malang

Kategori Berpasangan Putra
– PSHT
– Pamur
– Kontingen Kota Malang
– Perisai Putih
– Kontingen Kabupaten Magetan

Kategori Perseorangan Putri
– Kontingen Kota Malang
– Teratai Mandiri
– Pamur
– Kontingen Kabupaten Jember
– Kontingen Kota Madiun

Kategori Berpasangan Putri
– Kontingen Kabupaten Banyuwangi
– Kontingen Kabupaten Ponorogo
– Kontingen Kabupaten Jember
– PSHT
– Kontingen Kota Malang

Kategori Bercerita
– Kontingen Kota Malang
– Kontingen Kabupaten Ngawi
– PSHT
– PSHW
– PPS Congkok Astrab DKI Jakarta

Selain itu juga terdapat kategori lain, seperti Penata Silat Terbaik, Penata Musik Terbaik, Penulis Naskah Terbaik, Penyutradaraan Terbaik, Pesilat Pria Terbaik, dan Pesilat Putri Terbaik yang kesemuanya direbut Kontingen Kota Malang. Sedang, kategori Penata Busana dan Rias Terbaik serta Artistik Terbaik berhasil diraih PSHT.

Baca juga:   Hidupkan Pencak Silat, Pemkot Berencana Bangun Museum

Gelaran Festival Seni Pencak Silat Nusantara kali ini diikuti total 165 atlet yang tergabung dalam 40 kontingen dari berbagai daerah. Mulai Banten hingga Banyuwangi.

Delegasi Teknik IPSI Pusat Parsoadiyanto menyebut Kota Madiun telah membuktikan kepada dunia bahwa Kota Madiun mampu menjadi tuan rumah yang baik event pencak silat tingkat nasional. Gelaran tidak hanya sukses. Namun, masyarakat Kota Madiun mampu menjaga keguyubrukunan selama gelaran festival yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Dia berharap ini tetap terjaga.

“Ini modal besar untuk menggelar event-event serupa yang lebih besar tentunya,” katanya.

Walikota Madiun melalui Sekretaris Daerah Rusdiyanto menyebut event akan digelar rutin setiap tahun. Kegiatan diharap menaikkan prestasi atlet serta mempererat tali persaudaraan antar pendekar.

“Ini merupakan warisan luhur nenek moyang kita. Harus terus kita jaga dan dilestarikan. Salah satunya, melalui event seperti ini. Tentunya akan ada banyak event tentang pencak silat ke depan,” tuturnya. (dhevit/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019