Bimtek Smart City Tahap II, Walikota Paparkan Konsep Kampung Pecel Sebagai Ikon Wisata Hingga Beragam Quick Win Mengemuka

MADIUN- Smart City adalah sebuah gagasan yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat, maupun mengakselerasi potensi yang ada di masing-masing daerah.

Maka dari itu, untuk memantapkan langkah menuju kota pintar, Pemkot Madiun melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun menggelar Bimtek Smart City Tahap II yang saat ini, Selasa (30/7) telah memasuki hari keduanya.

Walikota Madiun Maidi, secara langsung memaparkan konsep Kampung Pecel sebagai ikon andalan yang nantinya, diharapkan mampu mengoptimalkan potensi daerah yang ada di Kota Madiun. Hingga mampu dikenal, baik di kancah nasional maupun internasional.

“Kota Madiun harus punya ikon yang kalau orang luar datang ke kota ini bisa kaget. Konsep kampung pecel ini akan jadi ikon wisata di kota. Agar Indonesia ini kenalnya pecel ya cuma di Kota Madiun,” ungkapnya.

Lebih lanjut Walikota mengatakan, nanti saat makan pecel, pencak silat akan jadi penampilan hiburan. Sehingga, imbuhnya, unsur pendekarnya ada, pecel ada. Dirinya mengatakan kampung pecel akan menjadi Ikon luar biasa yang ada di Kota Madiun.

Melalui konsep kampung pecel yang dipaparkan oleh Walikota Madiun ini, Profesor Marsudi Wahyu Kisworo pendamping Gerakan Menuju 100 Smart City berharap, peserta bimtek yang dibagi ke dalam enam kelompok bidang, yaitu Smart Governance, Smart Economy, Smart Branding, Smart Social, Smart Living, dan Smart Environment ini, mampu menelurkan Quick Win sesuai bidang masing-masing.

“Dari pemaparan Walikota ini, sebagai contoh untuk membuat program yang segera dirasakan masyarakat (Quick win). Diharapkan melalui program ini, bisa memberi gambaran kepada masyarakat mengenai efektivitas program smart city,” jelasnya.

Sehingga, imbuhnya, masyarakat terdorong untuk membantu pemerintah daerah mewujudkan smart masterplan yang telah disusun. Profesor Marsudi mencontohkan, per bidang bisa mengusulkan apapun. Misalnya Smart Economy mengusulkan untuk pembiayaan yang efektif memanfaatkan teknologi terkini saat berada di kawasan wisata.

“Sementara itu, bidang Smart Living misalnya dapat mengusulkan lewat sistem transportasi internal untuk akses di dalam tempat wisata agar mobilitasnya efektif,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu Quick Win yang mengemuka berasal dari Smart Governance yang mengusung nama MadRise dengan pengertian Madiun terbit yang artinya Kota Madiun semakin bangkit atau bangun untuk menjadi kawasan wisata bertaraf internasional dengan kearifan lokal. (Rahmad/kus/diskominfo)