Dalam Sebulan, Polresta Amankan 4 Pengguna dan 1 Pengedar Narkoba di Wilayah Madiun Kota

MADIUN – Upaya aparat hukum dalam memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di Kota Madiun makin kencang. Tak hanya menangkap pemakai, tim Reserse Narkoba Polres Madiun Kota juga berhasil mengamankan satu orang pengedar.

Kejadian itu bermula ketika polisi mendapat laporan dari warga 24 Juli lalu. Bahwa, ada satu rumah di kawasan Perumahan Green Hill Jiwan yang diduga sering menjadi lokasi pesta dan transaksi narkotika. Setelah dilakukan penyelidikan, tim Satreskoba berhasil menangkap pelaku EC.

‘’Penangkapan terjadi di halaman rumah kontrakan saudara GL, teman EC. Sebelumnya, EC menginap dan mengadakan pesta sabu di rumah GL,’’ ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Madiun Kota AKP Ida Royani pada press release di Mapolresta Madiun, Rabu (31/7).

Di dalam rumah kontrakan tersebut, petugas berhasil menemukan narkotika jenis sabu seberat 0,3 gram. Kemudian, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut di rumah EC, petugas kembali menemukan sabu seberat 0,64 gram siap jual.

‘’Dia (EC, red) sebelumnya beli sabu 1 gram. Kemudian, dibagi-bagi dalam plastik kecil. Sebagian sudah terjual, sebagian lagi sisanya masih ada di rumah. Menurut informasi dari tersangka, sabu sisa itu belum dipesan pembeli,’’ paparnya.

Baca juga:   Sisir Jalan Protokol, Satpol PP dan Tim Gabungan Tertibkan Lima PKL Nakal

Dari keterangan Ida, EC dan GL merupakan teman. Keduanya telah menggunakan sabu sejak 2-3 tahun lalu. Selama ini, EC menggunakan sekaligus menjual sabu. Sedangkan, GL adalah pemakai. Terkait oknum yang menjual sabu kepada EC, Ida mengungkapkan hal itu masih dalam penelusuran petugas.

Sementara itu, sebelumnya Polres Madiun Kota juga telah merilis penangkapan terhadap kasus yang sama dengan tersangka berinisial PN warga Kelurahan Kejuron. Serta, BK dan CS warga Kelurahan Patihan.

Dari penangkapan yang dilakukan pada 7-8 Juli tersebut, petugas mengumpulkan barang bukti sabu seberat 2,78 gram. Ketiga tersangka mengaku mendapatkan barang haram itu dengan sistem membeli secara transfer dan barang diantar dengan sistem ranjau.

‘’Tersangka kami kenai pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 milyar,’’ tegas Kasat Reserse Narkoba Polres Madiun Kota AKP Eko Sugeng Rendra. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019