Bawa Kabur Motor Teman, Warga Madiun Masuk Bui

MADIUN – Menjalin pertemanan sejak kecil dengan DON rupanya tak membuat BAM sungkan untuk melakukan tindak kejahatan. Kepada DON, BAM meminjam motor dengan alasan segera dikembalikan. Namun, setelah ditunggu hingga esok harinya, BAM tak kunjung datang mengembalikan motor matic tersebut.

‘’Korban mendatangi rumah pelaku. Kata ibunya, pelaku sudah tidak tinggal di rumah itu sejak lama,’’ tutur Wakapolsek Kartoharjo AKP Baru Trisno saat menggelar press realease di Mapolresta Madiun, Rabu (31/7).

Berdasarkan penuturan korban kepada petugas, peristiwa tersebut terjadi pada 6 Februari lalu. Namun, korban baru melapor setelah satu hari setelahnya. Petugas pun segera bergerak untuk mencari keberadaan pelaku.

Setelah dilakukan penyelidikan, 25 Juli lalu Unit Buser mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku di sekitar Lapangan Kampir Kelurahan Kanigoro. Saat ditelusuri, rupanya benar pelaku ada di lokasi tersebut.

‘’Pelaku sempat kabur. Sepeda motor petugas ditendang,’’ ungkapnya. Setelah kejar-kejaran dengan petugas, akhirnya pelaku dapat diamankan di Desa Kedung Glagah Kabupaten Ngawi dan dibawa ke Polsek Kartoharjo untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dari proses penyelidikan itu diketahui bahwa pelaku merupakan DPO Polresta Madiun dengan kasus yang sama. Namun, dengan korban berbeda. Pelaku dikenai pasal 378/372 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 4 tahun. ‘’Kasus yang DPO juga akan tetap berjalan,’’ imbuhnya.

Baca juga:   Lima Gelandangan dan Pengemis Terjaring Operasi Gabungan

Sementara itu, kasus penggelapan juga dilakukan oleh S, warga Kelurahan Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo dengan menggunakan jabatan yang dimilikinya. S yang merupakan seorang sales PT. Cipta Niaga Semesta Anak Cabang Madiun tidak membayarkan tagihan pembeli kepada perusahaannya. ‘’Atas kasus itu, perusahaan rugi Rp 47 juta dan melaporkan saudara S ke Polsek Kartoharjo,’’ terangnya.

Kepada polisi, bapak dua anak itu mengaku sedang kesulitan ekonomi. Sehingga, menggunakan uang perusahaan untuk memenuhi kepentingan pribadi. Atas kasus tersebut, S dikenai pasal 374 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019