Queena ‘Si Ratu Matematika’, Raih Emas IMC 2019 untuk Kontingen Indonesia

MADIUN – Masih ingatkah dengan Dentista Queena, Si Ratu Matematika Asal Kota Madiun? Yap, bocah yang kini duduk di bangku kelas IV SDN 05 Madiun Lor ini kembali membuat bangga Kota Pendekar. Bagaimana tidak? Gadis cilik bernama lengkap Dentista Queena Arfianti Putri ini baru saja meraih medali emas dalam ajang International Mathematics Contest (IMC) 2019 di Singapore pada 2-5 Agustus lalu. Queena bergabung bersama 79 pelajar dari tanah air sebagai perwakilan dari Tim Indonesia.

Tim Indonesia berhasil mengukir prestasi cemerlang dengan meraih delapan medali emas, 17 perak, dan 31 perunggu, serta 23 merit (penghargaan di bawah perunggu). Menariknya, Queena menjadi salah seorang penyumbang medali emas untuk Tim Indonesia tersebut. Apalagi, kompetisi bukan kelas kacangan. IMC kali ke-15 ini diikuti 1.214 peserta dari 16 negara. Di antaranya, Australia, China, Filipina, Khazakstan, Korea Selatan, Hongkong, India, Iran, Malaysia, Myanmar, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Vietnam, dan Indonesia tentunya.

‘’Lomba dibagi sesuai dengan kelas pesertanya. Karena tahun ajaran yang sekarang baru mulai, queena masuk di kelas 3. Jadi berkompetisi dengan sesama kelas 3 dari negara-negara peserta yang lain,’’ kata kata Kus Ariwijayanti, ibunya.

Setiap peserta wajib menyelesaikan 18 soal dalam waktu 1,5 jam. Soal terbagi antara isian dan pilihan ganda. Queena berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam mengerjakan soal-soal berhitung dan merebut medali emas di akhir kompetisi. Queena bukan kali pertama turut dalam kompetisi matematika tingkat internasional. Gadis yang tinggal di Jalan Salak Tengah I/8 Kota Madiun itu cukup sering turut dalam kompetisi dunia. Bahkan, cenderung pulang dengan medali atau piala di tangan. Total gadis pemalu ini sudah mengoleksi 127 piala dan 16 medali dari berbagai kompetisi matematika. Baik provinsi, nasional, maupun internasional.

Baca juga:   Anak Kelas III Baca Masih Dieja

‘’Sebenarnya banyak undangan untuk kompetisi (tingkat) internasional. Tetapi terpaksa hanya mengikuti yang lokasi lombanya dekat,’’ ujarnya sembari menyebut terkendala biaya akomodasi.

Queena pernah berkompetisi di Yangon, Myanmar dan Kuala Lumpur Malaysia. Pun, untuk Singapura merupakan keikutsertaan kali kedua bagi ratu matematika asal Kota Madiun itu. Sebaliknya, Queena terpaksa gigit jari melepas kejuaraan di China, Hongkong, Malaysia, dan dua kali di Thailand. Lagi-lagi, masalah biaya akomodasi menjadi penyebabnya. Kendati begitu, Ari tak kenal lelang memberikan upaya terbaik bagi putrinya. Berbagai permohonan sponsorship diajukan demi mendapatkan dukungan.

‘’Mumpung anaknya semangat. Pastinya, orang tua akan berupaya memberikan yang terbaik. Termasuk mencarikan dukungan biaya,’’ pungkasnya.

Artikel tentang Queena pernah dimuat di madiutoday pada tanggal 18 Mei 2018 dengan judul ‘Mengenal Dentista Queena, Ratu Matematika Asal Kota Madiun’. (istimewa/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019