Jalur Kelas Khusus di API Dibuka Pertengahan Bulan Ini, Berminat?

MADIUN – Rencana Pemerintah Kota Madiun membuka kelas khusus di Akademi Perkerataapian Indonesia (API) segera terwujud. Persiapan terus dilakukan. Pendaftaran jalur kelas khusus tersebut dijadwalkan pertengahan Agustus ini.

Pemkot Madiun memang bekerja sama dengan API untuk membuka satu kelas khusus. Kuotanya, 24 mahasiswa. Mereka akan dibiayai Pemerintah Kota Madiun hingga lulus. Termasuk biaya pendaftaran bagi mereka yang diterima. Rapat koordinasi terus digelar kedua pihak untuk mematangkan program tersebut.

‘’Hari ini mematangkan konsep sebelum pembukaan pendaftaran. Rencananya tgl 23 atau malah bisa sebelumnya,” kata Wakil Direktur 3 API Dedik Tri Istiantara, Jumat (9/8).

Sebanyak 24 kuota tersebut akan dibagi menjadi dua kelas. Masing-masing 12 mahasiswa akan ikut jurusan Teknik Bangunan dan Jalur Perkeretaapian dan Manajeman Transportasi Perkeretaapian.
Dedik menyebut terdapat tiga jalur penerimaan mahasiswa. Mulai pola pembibitan, reguler, dan jalur mandiri. Untuk dua jalur pertama sudah tinggal tahap wawancara. Nah, kelas khusus masuk jalur mandiri. Tetapi dibagi dua jenis. Pagu jalur mandiri terdapat dua kelas dengan total 48 mahasiswa. Satu kelas lainnya akan dibuka secara umum.

“Seperti kesepakatan tadi, untuk yang jalur khusus tetap harus melewati seleksi semua tahapan,” ujarnya.

Baca juga:   Baznas Jemput Bola Demi Wujudkan Pelajar Cendekia

Tahapan tesnya meliputi, tes akademik, psikotes, kesehatan, kesemaptaan, dan wawancara. Pendaftaran dilakukan secara online. Pelajar yang berminat dapat mengakses sipencatar.api.ac.id. Tentu setelah dibuka nanti. Terkait informasi dapat mengakses website api.ac.id atau website Pemerintah Kota Madiun di madiunkota.go.id.

“Ini kesempatan langka. Pemerintah sudah memfasilitasi, harus dimanfaatkan. Pokoknya dalam bulan ini,” ujarnya.

Walikota Madiun melalui Sekda Rusdiyanto menuturkan pemerintah prinsipnya terus memberikan fasilitas kepada masyarakat. Selain dengan API, Pemkot juga bekerja sama dengan Politeknik Negeri Madiun (PNM). Jumlahnya 25 anak. Hanya, proses rekrutmen sudah mulai berjalan. Pemkot, kata sekda, akan menanggung semua biaya hingga selesai. Bahkan, untuk pendaftaran. Namun, hanya mereka yang diterima.

“Prinsipnya pemerintah akan terus memberikan fasilitas. Semoga ini dapat memberikan pendidikan yang optimal bagi masyarakat. Harapannya, meningkatkan kesejahteraan dalam keluarga mereka,” ungkapnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019