Jangan Dicuci, Ini Tips Pengelolaan Daging Kurban dari Disperta

MADIUN – Salah satu hal penting yang dilakukan umat muslim saat Hari Raya Idul Adha selain salat ied adalah menyembelih hewan kurban. Dalam menjalankannya, ada syariat atau aturan yang wajib ditaati. Sehingga, niat berkurban dapat terlaksana dengan sempurna.

Rupanya, syariat Islam dalam proses pemotongan hewan kurban ini juga sesuai dengan aturan kesejahteraan hewan yang dirumuskan oleh Pemerintah RI. Hal inipun dijelaskan kembali oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. Berikut beberapa tips yang dianjurkan :

1. Menghindari stres pada hewan
Menurut Kasi Kesehatan Hewan Disperta Kota Madiun drh Cahyarini Budiarti, hewan juga bisa mengalami stres. Apalagi menjelang proses penyembelihan. Beberapa hal yang menyebabkan hewan mengalami stres misalnya karena terlalu dipaksa atau melihat temannya disembelih.

‘’Karena itu, sebaiknya pisahkan hewan yang akan dipotong dengan lokasi penyembelihan. Bisa dengan menutupi dengan kain agar tidak melihat temannya saat disembelih,’’ ujarnya.

Stres, lanjut Cahyarini, memicu peningkatan asam laktat dalam tubuh hewan. Akibatnya, daging menjadi tidak higienis dan cepat membusuk.

2. Meminimalisasi kontaminasi hewan dengan lingkungan sekitar
Setelah proses penyembelihan, segera angkat hewan kurban ke tempat yang bersih. Jangan diseret agar tubuh hewan tidak menyentuh tanah. Apalagi, pada bagian leher yang terbuka karena sayatan pisau. Sebab, tanah dapat menyebabkan kontaminasi bakteri yang menyebabkan daging menjadi tidak higienis.

3. Tidak mencuci daging dengan air
Bagi panitia pembagian, Cahyarini mengimbau agar proses pemotongan daging dilakukan secara cepat. Sehingga, daging tidak terlalu lama berada di ruang terbuka. Sedangkan, bagi penerima sebaiknya segera menyimpan daging kurban di dalam lemari pendingin dan jangan dicuci menggunakan air.

Baca juga:   Daun Kelor Tak Selalu Horor, Jadi Sup Lezat di Tangan Anggota PKK Kelurahan

‘’Langsung masukkan ke wadah sebelum dimasukkan ke lemari es. Air menjadi media yang disukai bakteri untuk masuk ke dalam daging. Ini juga menyebabkan daging tidak higienis dan cepat busuk,’’ imbuhnya.

4. Menyimpan daging dalam potongan kecil
Tips terakhir adalah menyimpan daging kurban dalam potongan kecil dan ditempatkan dalam wadah berbeda. Menurut Cahyarini, hal ini berlaku bagi penerima yang tidak serta merta memasak semua dagingnya secara bersamaan.

‘’Masih banyak masyarakat yang menyimpan daging secara utuh. Waktu mau dimasak, dikeluarkan untuk dicairkan dalam suhu kamar. Lalu dipotong kecil dan sisanya dimasukkan lagi ke kulkas. Hal ini sebaiknya dihindari,’’ paparnya.

Menyimpan dalam potongan kecil juga memudahkan penerima saat akan memasak daging kurban. Tak hanya efektif, tapi juga menjaga agar sisa daging lainnya yang belum dimasak tetap segar dan terjaga kebersihannya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019