Tuan Rumah FGD Tingkat Nasional, Walikota Harap Sektor Hortikultura Daerah Mampu Jadi Pahlawan Devisa

MADIUN- Kota Madiun dipercaya menjadi tuan rumah berlangsungnya focus group discussion (FGD) tingkat nasional yang membahas mengenai pengembangan hortikultura untuk peningkatan ekspor dan ekonomi daerah, pada Senin (12/8).

Acara yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia ini, mendiskusikan mengenai langkah kongkrit pemerintah dalam upayanya mendorong ekspor dan mendorong ekonomi daerah khususnya di bidang hortikultura.

Maka dari itu, sebagai inisiasi awal, Kemenko Perekonomian RI mengajak serta 13 kepala daerah dari seluruh Indonesia untuk hadir dan berembuk bersama guna merumuskan kerjasama dalam pengembangan hortikultura di daerahnya masing-masing.

“Upaya yang kita lakukan adalah, kita mau mendorong komoditi unggulan hortikultura di daerah untuk siap di ekspor. Ini merupakan langkah awal dengan mengajak 13 serta daerah dari seluruh Indonesia untuk berkumpul disini,” ungkap Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, hortikultura menjadi fokus utama dalam pengembangan karena komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang masih terbuka lebar. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Susiwijono menjelaskan, buah-buahan merupakan komoditas yang memberikan kontribusi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Hortikultura tertinggi, dengan rata-rata sebesar 54,7% dari PDB Hortikultura.

Baca juga:   E-Kinerja Jalan, Pemkot Segera Luncurkan E-Reminder dan E-Monitoring

“Setelah FGD ini, saya harap kongkrit langsung jalan. Daerah mana yang lahannya siap langsung buat MOU. 13 daerah akan kami pantau terus progres seperti apa,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Madiun Maidi mengatakan kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan salah satu jalan untuk menuju kota yang maju. Melalui dukungan dari pusat, daerah terpacu untuk terus bekerja dalam membangun wilayahnya.

“Melalui kegiatan-kegiatan ini Insyaallah ekonomi makin bagus. Kelompok tani ada perubahan baru, tentunya petani akan makmur hasil yang ada dari sini mampu membantu pemerintah untuk ekspor ke luar,” ujarnya.

Kesempatan tersebut sekaligus dijadikan Walikota Maidi untuk memberikan gambaran mengenai kota yang dipimpinnya. Dirinya mengatakan, Kota Madiun adalah kota kecil yang memiliki cita-cita besar, yakni untuk menjadi salah satu kota penting dalam pembangunan bangsa.

“Kota ini sedang kita kembangkan. Dengan memanfaatkan lahan aset pemerintah kota seluas 15 hektar, nantinya akan dibangun Peceland atau kawasan yang memadukan sektor pertanian dan pariwisata,” ungkapnya.

Lewat kawasan tersebut, kata dia, nantinya dalam satu kawasan akan terdapat hutan pisang, cabai, kacang, dan lain sebagainya guna meningkatkan sektor hortikultura dan sekaligus mampu meningkatkan ekspor dan ekonomi daerah.
(WS Hendro/rama/kus/diskominfo)