Lebih Dekat dengan Chloe Lynn Soetanto, Si Kecil Cabe Rawit Peraih Medali Emas Kompetisi Matematika Internasional

MADIUN – Ajang International Mathematics Contest (IMC) yang terselenggara di Singapura pada 2-5 Agustus lalu membawa kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Hal itu dikarenakan tim merah putih berhasil memborong 8 medali emas, 17 perak, dan 31 perunggu. Salah satunya adalah sumbangsih dari siswa Kota Madiun. Yakni, Chloe Lynn Soetanto.

Ya, siswa yang saat ini duduk di bangku kelas II SD Nasional Tiga Bahasa Mitra Harapan itu berhasil menyabet medali emas untuk kategori kelas I SD. Kendati masih sangat belia, Chloe mampu memberikan performa terbaik dalam kompetisi internasional yang diselenggarakan setiap tahun tersebut.

Putri kedua dari 3 bersaudara pasangan Roy Adi Soetanto dan Fajarrani Surya itupun tak gentar terbang sendiri ke Singapura bersama panitia dan pelajar Indonesia lainnya tanpa ditemani orang tua. Bahkan, tak sekalipun gadis 7 tahun itu rewel.

‘’Memang ketentuannya orang tua tidak boleh ikut. Kalau ikut, bisa didiskualifikasi katanya,’’ terang sang mama, Fajarrani saat diwawancarai di SD Mitra Harapan, Senin (12/8).

Mengikuti lomba, lanjut Fajarrani, merupakan keinginan dari sang buah hati. Dia dan sang suami, Roy Adi, tak pernah memaksa agar putrinya itu berkompetisi. Sebelum mengikuti event, warga Jalan Progo Kota Madiun itu selalu menawari Chloe.

‘’Kami beritahu juga konsekuensinya untuk pertimbangan dia. Misalnya, lombanya harus berangkat sendiri lho atau lombanya pakai Bahasa Inggris. Kalau Chloe yakin, kami juga yakin untuk dia ikut lomba,’’ paparnya.

Sebelum IMC 2019, siswa kelahiran 17 November 2011 itu pernah menjuarai beberapa kompetisi lainnya. Seperti, World Mathematics Competition yang diselenggarakan oleh Sakamoto Educational Systems di Yangon, Myanmar April lalu. Serta, peringkat 3 dalam Eye Level Math Olympiad.

Akhir Agustus mendatang, Chloe akan terbang ke Hongkong untuk mengikuti final Hongkong International Mathematical Olympiad Heat Round 2019.

Baca juga:   Kisah Veteran Brimob Suwondo

Tak hanya Matematika, Chloe juga moncer dalam berbahasa Inggris. Hal ini dibuktikan dengan piala juara Spelling Bee yang diselenggarakan oleh salah satu kursus Bahasa Inggris ternama.

‘’Kami malah awalnya tidak mengira Chloe punya kemampuan lebih di Matematika. Karena, sejak kecil malah Bahasa Inggrisnya yang bagus. Usia 4 tahun dia sudah fasih dalam melafalkan kosakata,’’ imbuh Roy Adi.

Kemampuan Matematika Chloe baru tampak ketika memasuki TK B. Kedua orang tuanya sering mengikutkannya dalam kompetisi mata pelajaran. Tak disangka, Chloe sering memenangi lomba Matematika.

Motivasi juga selalu didapatkan Chloe dari sang kakak, Claire Leslie Soetanto, yang sering mendapatkan juara dalam kompetisi. Apalagi kini sang adik, Chelsea Laurel Soetanto, juga mengikuti hal sama. Sehingga, ketiganya sering bertukar pikiran untuk menyelesaikan soal-soal sulit.

Meski begitu, mereka tak melulu belajar pelajaran akademik. Chloe misalnya, juga mengikuti kursus piano sebagai hiburan. ‘’Agar tidak jenuh belajar,’’ ucapnya. Di sela-sela waktunya, Chloe juga suka membaca buku. Terutama, dengan teks Bahasa Inggris.

Bagi Fajarrani dan Roy Adi, menjuarai kompetisi bukan tujuan mereka mengikutkan anak-anaknya dalam lomba. Mereka berharap, buah hatinya dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki semangat juang dan lebih percaya diri. Terutama, bagi Chloe yang dikenal cukup introvert.

‘’Menang atau kalah tidak masalah. Yang penting anak-anak bisa belajar dan meningkatkan potensi dirinya masing-masing,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019