Apel Kehormatan dan Renungan Suci, Hormati Jasa Pahlawan yang Gugur untuk Negeri

MADIUN – Pahlawan berperan besar dalam merebut kemerdekaan. Mereka rela berkorban jiwa dan raga demi melepaskan tanah air dari belenggu penjajah. Perjuangan para pahlawan wajib diteladani. Jasa bakti mereka patut menjadi panutan.

“Kita wajib merenung kembali atas jasa-jasa pahlawan yang telah gugur. Terutama merenungkan perjuangan mereka. Kegiatan dini hari ini juga sebagai wujud apresiasi atas jasa-jasa mereka,” kata Walikota Madiun Maidi usai Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Madiun, Sabtu (17/8) dini hari.

Perjuangan pahlawan, kata walikota, tidaklah mudah. Memakan korban yang tak terhitung jumlahnya. Mereka yang dimakamkan di TMP Kota Madiun hanya sebagian kecil. Setidaknya terdapat sekitar 800 lebih pahlawan yang di makamkan di TMP Kota Madiun. Rinciannya, 732 pahlawan dari TNI-Polri, lima orang warga sipil, pejuang rakyat sebanyak 156 orang dan 71 lainnya tercatat pahlawan tak dikenal. Apel kehormatan dilakukan sebagai bentuk kehormatan atas jasa mereka.

Perjuangan pahlawan, lanjutnya, akan sia-sia jika generasi penerus tidak mengisi kemerdekaan untuk memajukan bangsa. Ini menjadi tugas bersama sebagai warga negara yang tinggal menikmati kemerdekaan. Walikota menambahkan mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan beragam cara. Termudah sesuai dengan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai bidang masing-masing.

Baca juga:   Ikuti Internasional Semarang Night Carnival, Kota Madiun Tampikan Cerita Retno Dumilah dan Tari Solah Mediunan

‘’Kita juga mendoakan semua pahlawan ini agar jasa baktinya dicatat sebagai amal ibadah dan arwahnya diterima Tuhan Yang Maha Kuasa,’’ jelasnya.

Komandan Teknik Depohar 80 Lanud Iswahjudi Kolonel Iwan Agung Djumaeri bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan berlangsung khidmat. Suasana haru begitu kental terasa. Apalagi, saat naskah penghormatan dibacakan. Lampu sekitar TMP sengaja dimatikan. Perjuangan pahlawan begitu terasa dalam suasana gelap gulita. Suasana era perjuangan semakin terasa begitu obor dinyalakan. Terang api laksana semangat para pejuang mengusi penjajah.

Walikota beserta jajaran menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan pengorbanan para pahlawan. Perjuangan bukan untuk sebuah nama. Namun, demi kebahagiaan negara dan bangsa.

‘’Perjuangan mereka adalah perjuangan kita. Artinya, jalan yang mereka tempuh dulu harus menjadi jalan kita semua dalam mengisi kemerdekaan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)