Resmikan Poskamling Warga Demangan, Walikota Harap Keamanan Makin Ditingkatkan

MADIUN – Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) berperan penting dalam menjaga kondusifitas minimal di lingkungan masyarakat. Keberadaan Poskamling perlu untuk terus dihidupkan. Walikota Madiun Maidi mengapresiasi langkah warga RT 23 RW 9 Kelurahan Demangan Kecamatan Taman akan kepedulian terkait keberadaan Poskamling di sana. Warga secara swadaya merehab bangunan Poskamling dan balai RT setempat menjadi lebih baik saat ini.

“Saya kagum dengan warga sini. Poskamlingnya sudah seperti hotel,” kata walikota saat peresmian Poskamling dan Balai RT tersebut, Minggu (18/8) malam.

Bangunan memang tak tampak seperti Poskamling pada umumnya. Mulai berpintu kaca dan dibangun dua lantai. Fasilitas di dalamnya juga cukup lengkap. Mulai televisi hingga alat komunikasi pun ada. Walikota berharap tidak hanya bangunannya yang baik. Namun, wajib didukung aktivitas yang juga harus semakin ditingkatkan. Mulai ronda malam hingga kegiatan-kegiatan lingkungan lainnya.

“Keamanan itu mahal. Semua aktivitas akan terganggu kalau tidak aman. Saya pesan mari kondisi yang sudah aman ini terus ditingkatkan,” ujarnya.

Walikota juga menginstruksikan camat setempat untuk menganggarkan mesin pemotong rumput dan alat pemadam api ringan (apar) untuk dihibahkan ke Poskamling. Itu dirasa penting mengingat keduanya belum ada di Poskamling. Apalagi, di lingkungan RT 23 tersebut masih banyak semak-semak dan rumput liar. Harapannya agar tidak menjadi sarang penyakit.

Baca juga:   Pangkas Waktu Perijinan, DPMPKUM Bakal Terapkan Sistem Online Tahun Ini

“Mulai tahun ini ada anggaran kelurahan. Tahun depan anggarannya mencapai hampir Rp 60 miliar untuk 27 kelurahan. Saya ingin anggaran ini nanti diprioritaskan untuk semua kebutuhan dasar di lingkungan,” ungkapnya.

Selain itu walikota berharap akan ada banyak pelatihan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Walikota menyebut snack suguhan buatan warga setempat sudah cukup baik. Hal itu tentu akan semakin menjual jika diberi pelabelan. Walikota juga menginstruksikan untuk konsumsi setiap kegiatan menggunakan produk masyarakat sekitar. Batasannya tidak melewati kecamatan. Hal itu juga berlaku untuk kecamatan lain. Harapannya, meningkatkan perputaran ekonomi di masing-masing kecamatan.

“Kota kita kota jasa. Masyarakat harus bergerak untuk mendongkrak ekonomi. Tatkala ekonomi sudah bagus, kesejahteraan akan meningkat,” pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)