Sehari Jelang Peringatan Kemerdekaan, Polisi Ringkus Kakak-Adik Pengedar Sabu

MADIUN – Di saat masyarakat tengah bersuka cita menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, YN (21) dan RZ alias KR (26) harus rela menerima ganjaran akibat perbuatannya. Kakak beradik tersebut diringkus petugas Polres Madiun Kota karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu dan pil ekstasi.

Tak tanggung-tanggung, dari kedua pemuda itu petugas berhasil mengumpulkan barang bukti sabu-sabu seberat 70, 53 gram dan 47 pil ekstasi yang telah dibagi ke dalam beberapa kantong plastik kecil siap edar.

Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya seorang pemuda yang diduga melakukan praktik jual beli narkoba. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas Satreskoba Polres Madiun Kota menangkap YN yang saat itu sedang mengendarai mobil di Jalan Soekarno-Hatta.

‘’Dari saudara YN, petugas kami menemukan 7,06 gram narkotika jenis sabu dan beberapa barang bukti lainnya,’’ terang Kapolresta Madiun AKBP Nasrun Pasaribu saat rilis, Selasa (20/8).

Saat dimintai keterangan, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari sang kakak, RZ alias KR. Petugas pun melakukan pengembangan dengan menggeledah tempat tinggal tersangka di Jalan Asahan, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Baca juga:   Dalam Sebulan, Polresta Amankan 4 Pengguna dan 1 Pengedar Narkoba di Wilayah Madiun Kota

Di dalam rumah tersebut, polisi berhasil menemukan sabu-sabu seberat 63,47 gram dan 47 pil ekstasi. Serta, peralatan lainnya yang berkaitan dengan transaksi jual beli narkotika jenis sabu.

Petugas pun melakukan pengembangan atas barang bukti tersebut dan diperoleh informasi bahwa barang haram tersebut didapatkan oleh tersangka dari seseorang berinisial AG yang sekarang berada di dalam Lapas Madiun.

Atas kasus tersebut, RZ alias KR diganjar Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Serta, denda minimal Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 milyar.

Sedangkan, YN dikenai Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

‘’Dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau denda penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,’’ jelasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)