Beri Motivasi Peningkatan SDM, Walikota Ajak Paskibraka Kunjungi IPDN

SUMEDANG – Setelah menjalani latihan, karantina, hingga melaksanakan tugas besar pada 17 Agustus lalu, kini saatnya 79 pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Kota Madiun menyegarkan kembali badan dan pikiran.

Tak sekadar hiburan dan jalan-jalan semata, Walikota Madiun Maidi mengajak mereka melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. Yakni, mengunjungi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Universitas Padjadjaran Bandung.

‘’Anak-anak punya cita-cita selesai sekolah ingin melanjutkan kuliah, salah satunya yang ikatan dinas. Karena itu, saya antarkan langsung ke IPDN supaya lebih semangat,’’ tutur Walikota saat kunjungan ke kampus IPDN, Rabu (21/8).

Di dua kampus tersebut, para anggota Paskibraka mendapatkan beragam materi. Mulai dari cara pendaftaran, sistem perkuliahan, hingga kehidupan kampus sehari-hari. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi gambaran bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

Walikota mengungkapkan bahwa para anggota Paskibraka merupakan putra-putri terbaik di Kota Madiun yang telah terpilih melalui berbagai tahapan seleksi. Karena itu, Walikota berharap agar anak-anak tersebut dapat mempertahankan sikap dan perilakunya yang sudah baik ini di masa depan. Apalagi, sebagai generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan pembangunan.

Baca juga:   Ingin Bersekolah di SMA Taruna Nusantara, Ini Jadwal Penerimaan dan Persyaratannya…

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Keprajaan dan Kemahasiswaan IPDN Dr. Andi Oni P, M.Si menjelaskan bahwa IPDN menganut sistem pendidikan Jarlatsu. Yaitu, pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan.

‘’Setiap hari, praja bangun pukul 4 pagi untuk persiapan kuliah. Lalu siangnya latihan dan sore dilanjutkan ekstrakurikuler,’’ terangnya. Malam harinya, para praja mempersiapkan perlengkapan yang akan digunakan hari berikutnya.

‘’Jam 10 malam terompet berbunyi tandanya sudah tidak boleh ada aktivitas. Begitu terus setiap hari,’’ imbuhnya.

Andi mengatakan, setiap praja dididik untuk menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin. Mereka tidak menerima kunjungan selama masa perkuliahan. Seluruh keperluannya dicukupi oleh lembaga.

Dalam kesempatan itu, Andi juga menerangkan bahwa untuk dapat menjadi seorang praja dilaksanakan seleksi terlebih dahulu. ‘’Kami berupaya mencetak kader-kader pemimpin dalam negeri,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)