Bertemu BP Batam dan Kemenkominfo, Walikota Madiun Siapkan Sarpras Smart City

BANDUNG – Dalam rangka menyambut program Smart City di Kota Madiun, pemkot terus mematangkan persiapan. Tak hanya pelatihan dan bimbingan teknis kepada para stakeholder, tapi juga menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Kamis (22/8), Walikota Madiun Maidi menghadiri event Business Gathering Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam atau BP Batam yang terselenggara di The Trans Luxury Hotel, Bandung.

Event yang mengangkat tema Solusi Data Centre Pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Era Revolusi Industri 4.0 itu menjadi wadah menggali informasi yang pas bagi pemerintah daerah yang akan menerapkan konsep Smart City dalam kinerjanya.

‘’Untuk kebutuhan Smart City ini kami siapkan semua. Harapannya, saat dilaksanakan nanti semuanya sudah siap dan matang,’’ ujar Walikota Madiun Maidi saat diwawancarai dalam event tersebut.

Upaya ini, menurut Walikota, bukan tanpa alasan. Dengan persiapan yang optimal ini diharapkan Smart City di Kota Madiun dapat segera mengejar daerah-daerah lainnya di Indonesia yang telah lebih dulu menerapkan konsep tersebut. ‘’Sehingga, kita tidak terlalu ketinggalan,’’ imbuhnya.

Konsep Smart City, menurut Walikota, penting untuk diterapkan agar meningkatkan kinerja pemerintahan. Mulai dari transparansi penggunaan anggaran, program dan kegiatan, hingga kebijakan-kebijakan pemerintah dapat diketahui dan diakses dengan mudah oleh masyarakat. Selain itu juga meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat agar semakin mudah, efektif, dan efisien.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Layanan Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Dwi Anggono menjelaskan bahwa hal yang terpenting dalam revolusi industri 4.0 adalah analisa.

‘’Kalau kita masih berkutat dengan bagaimana mengintegrasikan e-budgeting dan e-planning, berarti kita masih di 3.0. Kalau 4.0, sudah mampu menganalisa dua sistem itu jadi nilai tambah,’’ paparnya pria yang akrab disapa Ibenk itu.

Baca juga:   Hasil MCP Memuaskan, Walikota Genjot Penanganan Kearsipan

Penerapan revolusi industri 4.0 dalam pemerintahan, lanjut Ibenk, membutuhkan integrasi data yang kuat antar-OPD. Dengan demikian, tidak akan terjadi pemborosan pada belanja pemerintahan. Selain itu, data yang digunakan bisa lebih akurat.

Ibenk pun mencontohkan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) sekolah. Dengan menggunakan data dari Dinas Sosial, akan lebih mudah diketahui warga yang mampu dan kurang mampu. Atau, dengan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, zonasi sekolah akan lebih terpantau akurat.

Sementara itu, Kepala BP Batam Edy Putra Irawady dalam sambutannya yang disampaikan oleh
Kepala Biro Pengembangan Usaha, Pelayanan dan Pentarifan BP Batam Asep Lili Holilulloh menuturkan bahwa pembangunan data center pada pemerintahan seringkali tidak cepat dan efisien. Salah satunya disebabkan oleh proses pengadaan yang membutuhkan waktu cukup lama.

Sebagai penyedia layanan IT Center, BP Batam pun berupaya menjawab revolusi industri yang mentrasformasi dunia. Termasuk pada sektor pemerintahan.

‘’Karenanya, mencari penyedia data center yang cepat dan aman lebih baik agar proses pengadaan dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan lebih lancar,’’ ujarnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#gempurrokokilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2019

Share and Enjoy !

Shares