Sosialisasi Cukai di Piala Pendekar, David Sebut Kota Madiun Bebas Peredaran Rokok Ilegal

Di Posting Oleh madiuntoday

25 Agustus 2019

MADIUN – Peredaran rokok ilegal di Kota Madiun semakin dapat ditekan. Terbukti, Kota Madiun bebas peredaran rokok bodong tersebut sepanjang 2019 ini. Hal itu disampaikan Pelaksana Pemeriksa Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Madiun David Julian Ichtiano saat sosialisasi ketentuan cukai dalam lomba burung kicau bertajuk Piala Kota Pendekar di Wisma Haji Kota Madiun, Minggu (25/8).

David menyebut hal itu tak terlepas dari gencarnya peran Pemerintah Kota Madiun dalam membantu sosialisasi ketentuan cukai. Seperti kegiatan lomba burung kicau Piala Kota Pendekar yang berlangsung hari ini. Kegiatan jadi ajang sosialisasi yang pas. Bagaimana tidak, lebih dari 1.250 tiket lomba terjual. Apalagi, peserta hadir dari berbagai daerah hingga Sumatera dan Bali.

Sebelumnya, lanjut David, Pemkot Madiun sudah menggelar berbagai kegiatan menarik yang juga digunakan untuk sosialisasi cukai. Ini penting karena kegiatan sosialisasi aturan, perundang-undangan, atau ketentuan lain bisa jadi membosankan jika dilakukan dengan cara konvensional. Namun, dapat berlangsung menarik dengan berbagai kegiatan.

“Sosialisasi memang harus menarik. Bagaimana pesan bisa tersampaikan kalau konsepnya membosankan. Apresiasi pada Pemkot Madiun dan Dinas Kominfo yang selama ini sudah mensupport kami dengan maksimal,” imbuhnya.

David sengaja diundang untuk mensosialisasikan ketentuan cukai secara langsung. Berbagai ketentuan cukai mengemuka. David menyebut terdapat tiga barang wajib cukai yang beredar di tanah air. Yakni, etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau. Hasil tembakau paling banyak beredar. Di antaranya, rokok, klobot, tembakau iris, dan hasil tembakau lain. Di antaranya, tembakau hirup, tembakau kunyah, hingga essen dan ekstrak yang biasa digunakan dalam rokok elektrik atau vapor. Masyakarat wajib tahu. Memperjual-belikan rokok wajib membayar cukai. Sebaliknya, melanggar ketentuan cukai, bisa berujung pidana.

“Barang-barang ini wajib kena cukai karena produksinya harus dibatasi dan peredarannya harus diawasi karena pengkonsumsiannya menimbulkan dampak negatif,” jelasnya.

Cukai, kata dia, merupakan salah satu sumber pemasukan negara. Kantor Bea Cukai Madiun rata-rata menyumbang Rp 700 miliar setiap tahunnya hanya dari pendapatan cukai. Mematuhi aturan cukai sama halnya turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

“Dua persen dana cukai dikembalikan kepada masyakarat. Seperti untuk pembiayaan kegiatan seperti ini. Semakin besar pemasukan cukai kepada negara, semakin besar pula dana yang dikembalikan kepada masyarakat. Karenanya mari kita gempur rokok ilegal,” ungkapnya sembari berharap masyarakat turut melaporkan jika menemukan rokok ilegal. (dhevit/agi/madiuntoday).

Artikel Terkait

Informasi Harian COVID-19

Informasi Harian COVID-19

Informasi tanggal 24 Mei 2020 Untuk membaca informasi lebih lengkap COVID-19 di Kota Madiun, bisa melalui http://dashboard.madiunkota.go.id/ dan http://covid19.madiunkota.go.id/ [su_image_carousel source="media: 48568,48569,48570,48571,48572" crop="1:1" dots="no"...

Antisipasi Takbir Keliling, Pemkot dan TNI-Polisi Gelar Patroli

Antisipasi Takbir Keliling, Pemkot dan TNI-Polisi Gelar Patroli

MADIUN- Menyambut hari Raya Idul Fitri 1441 H yang jatuh esok hari, Pemerintah Kota Madiun bersama personil gabungan dari TNI dan Polisi gelar patroli gabungan guna mengantisipasi takbir keliling yang biasa dilakukan di malam-malam menjelang lebaran.  Patroli gabungan...

Don`t copy text!