Lapangan Pilangbango Dilalap Si Jago Merah, Satpol PP dan Satpam Kerjasama Padamkan Api

MADIUN – Lapangan Pilangbango seketika berubah menjadi lautan api. Rerumputan di sekitarnya pun dengan mudah tersambar si jago merah. Bahkan, tiga gubug di dekatnya pun ikut tersambar.

Warga di sekitar mulai berteriak panik. Api tak segera dapat dipadamkan. Kepulan asap kian pekat di langit lapangan. Alat pemadam api ringan (APAR) dan karung goni basah sudah tak mampu menghalau api yang terus merambat.

Tim pemadam kebakaran dari Satpol PP Kota Madiun pun tiba. Dibantu para petugas keamanan perusahaan, mereka berusaha melawan kobaran api. Dengan kerjasama yang solid, api akhirnya dapat dipadamkan. Warga pun bertepuk tangan melihat keberhasilan simulasi tersebut.

Ya, peristiwa di atas memang bukan kejadian sebenarnya. Rabu (4/9), Satpol PP Kota Madiun menggelar Pelatihan dan Pembinaan Penanggulangan Kebakaran bagi petugas keamanan perusahaan di Lapangan Pilangbango. Tak hanya materi, kegiatan juga diisi dengan praktek langsung memadamkan kebakaran.

Kegiatan yang menarik perhatian warga sekitar ini merupakan upaya Satpol PP untuk mengurangi kejadian kebakaran di Kota Madiun. Serta, meningkatkan pemahaman masyarakat terkait cara-cara penanggulangan kebakaran.

Baca juga:   Jaga Ketertiban, Satpol PP Amankan PKL Hingga Tunawisma

Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono menjelaskan bahwa angka kebakaran di Kota Madiun tahun ini. Sejak awal Januari hingga Agustus, terdapat 30 kejadian kebakaran di Kota Madiun. Padahal, tahun sebelumnya mencapai 47 kejadian.

‘’Penurunan angka ini bagus. Kami harapkan angka kejadian dapat semakin menurun,’’ ujarnya.

Selain satpam, sosialisasi penanggulangan kebakaran juga diberikan kepada masyarakat umum. Dalam hal ini, Satpol PP bekerjasama dengan kelurahan untuk melaksanakan sosialisasi. ‘’Sampai saat ini sudah ada 12 kelurahan yang diikuti oleh PKK, linmas, dan karang taruna,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut, Sunardi menjelaskan, kebakaran banyak terjadi karena kelalaian manusia. Karena itu, sosialisasi diberikan agar masyarakat lebih waspada dan menghindari hal-hal yang bisa menyulut terjadinya kebakaran.

‘’Kalau sudah paham, maka bisa melakukan pencegahan. Kalaupun ada kejadian, bisa ambil langkah cepat untuk menangani api kecil maupun besar,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)