Bermalam di Rumah Sepetak Jadi Cara Walikota Serap Keluh Kesah Masyarakat

MADIUN- Raut wajah bahagia terus terpancar dari keluarga Heri Susanto saat rumahnya disambangi oleh Walikota Madiun Maidi beserta istri Yuni Setyawati Maidi, Jumat (13/9) malam. Tak sekadar menyambangi, orang nomor satu di Kota Madiun itu juga meluangkan waktu untuk makan malam bersama keluarga tersebut.

Setelah pada pagi hari tadi, Walikota Maidi melakukan kerja bakti dan pengecekan langsung di rumah tersebut, dirinya kembali megunjungi rumah yang berada di Jalan Tawang Sari Kelurahan Tawangrejo itu untuk memberikan bantuan berupa sembako, sepeda, dan program CSR dari INKA secara langsung.

“Kegiatan hari ini walikota beserta OPD dan Ketua DPRD sementara Andi Raya menyapa masyarakat. Jadi rangkaiannya kita adakan kerja bakti, yasinan bersama warga, malam harinya kita dialog semua pejabat dan masyarakat Kelurahan Tawangrejo” jelas walikota.

Selain itu, lanjutnya, para pejabat dan dirinya juga akan tidur di rumah warga yang kurang beruntung. Harapannya semua keluh kesah, kekurangan-kekurangan, dan saran dapat dirasakan langsung oleh para pejabat. Sehingga walikota beserta OPD terkait dapat langsung merancang dan menentukan kebijakan untuk melengkapi kekurangan yang ada.

Baca juga:   Lantik Direktur Bidang Teknik, Walikota Harap PDAM Makin Melejit

“Kita lihat di ruangan ini tidak ada apa-apa. Mereka tiap hari seperti ini. Hal-hal inilah yang pemerintah harus perhatikan, harus melangkah. Listrik belum ada air belum ada, tapi sekarang sudah kita pasang,” ungkapnya.

Rumah tersebut akan diberi bantuan pemerintah. Walikota menuturkan akan mensubsidi terkait listrik dan air. Namun mantan Sekda Kota Madiun itu menegaskan subsidi yang ada tidak boleh melebihi subsidi di bulan pertama.

“Kalau habis sebulan 50 ribu, kita subsidi, bulan kedua dan seterusnya tidak boleh melebihi subsidi di bulan pertama,” tegasnya.

Program kunjungan warga yang dikemas dalam kegiatan Walikota Bersama Rakyat (WBR) ini akan dijalankan rutin oleh Pemkot Madiun. Menyasar 27 kelurahan yang ada di kota bagian barat Jawa Timur ini. Tujuannya tak lain untuk lebih dekat dengan masyarakat, menyerap aspirasi secara cepat, serta membuat masyarakat bahagia dan sejahtera.
(WS Hendro/Rama/Luki/Dhevit/kus/diskominfo)