Jadi Daya Tarik Tersendiri, Larung Sesaji Bakal Jadi Wisata Tradisi

MADIUN – Kegiatan bersih desa di Kelurahan Nambangan Lor berlangsung unik lagi menarik, Jumat (23/9). Kelurahan yang wilayahnya terbelah Kali Bengawan Madiun itu mengisi bersih desa dengan selametan dan larung sesaji. Hal itu sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME atas berkah bumi yang melimpah setahun terakhir. Larung sesaji dipimpin Walikota Madiun Maidi.

Kegiatan diawali dengan selamatan dan doa bersama. Tumpeng yang terdiri dari hasil bumi tersebut lantas dinaikkan di atas perahu bambu. Di mulai dari jembatan di Jalan Hayam Wuruk hingga jembatan di Jalan Kolonel Marhadi atau Taman Bantaran Kali Madiun. Masyarakat tampak antusias di sepanjang bibir bengawan. Apalagi, walikota juga melepas puluhan ekor bebek ke bengawan. Tak heran, menjadi rebutan masyarakat.

Beberapa masyarakat langsung terjun ke sungai dan mengejar bebek tersebut. Beberapa harus bekerja sama untuk mendapat bebek. Ada juga yang mendekati secara perlahan lantas menyelam dan menangkapnya dari dalam air. Kejadian itu sontak membuat masyarakat yang melihat bersorak-sorai.

Tumpeng hasil bumi lantas digulingkan mendekati jembatan Jalan Kolonel Marhadi. Masyarakat yang terjun ke sungai juga berebut hasil bumi sesaat sebelum tumpeng tenggelam. Kendati harus basah kuyup, masyarakat tampak senang.

Baca juga:   Giliran Kategori Berpasangan dan Perseorangan Putri Tampil Malam Nanti

Walikota Maidi berencana meningkatkan kegiatan saat Suro itu menjadi wisata ke depan. Hal itu tak terlepas dari antusiasme masyarakat yang semakin meningkat. Selain itu tentu untuk melestarikan tradisi nenek moyang tersebut.

“Akan kita rumuskan nanti. Perangkat akan kita lengkapi. Pedagang juga kita tata. Acara kita gelar tiga hari. Pasti akan lebih menarik nanti,” kata walikota usai kegiatan.

Walikota berencana menambah perahu dengan kemampuan mesin hingga 40 PK. Harapannya dapat melaju lebih kencang hingga dapat digunakan untuk olahraga ski air. Artinya, peringatan bersih desa juga diisi dengan olahraga dan wisata. Walikota mengaku sudah menginstruksikan BPBD setempat untuk pengadaan mesin perahu yang lebih kencang itu.

“Nanti juga akan kita hidupkan kembali jeruk nambangan. Jeruk ini bisa dibilang cikal bakal daerah sini. Tetapi sekarang sudah tidak ada yang menanamnya lagi. Ini kan sayang,” ungkapnya.

Walikota mengapresiasi pihak kelurahan yang terus melestarikan tradisi budaya tersebut. Walikota berharap kegiatan terus ditingkatkan.

“Ini warisan leluhur. Harus dilestarikan. Tentunya akan terus kita tingkatkan,” pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)