Turun Langsung Hingga Ajak Pendekar Perbanyak Kebaikan, Walikota Getol Hilangkan Kesan Mencekam Saat Suro

MADIUN – Pelaksanaan Suran Agung berjalan cukup aman dan lancar, Minggu (15/9). Hal itu langsung mendapat apresiasi Walikota Madiun Maidi. Menurutnya, kondusifitas merupakan modal penting untuk kegiatan selanjutnya ke depan. Walikota memang berharap Silat Madiun menjadi daya tarik wisata tersendiri tiap bulan Muharam.

‘’Silat Madiun harus dikemas lebih baik. Semakin menjual dan mampu mendatangkan wisatawan dari seluruh dunia,’’ kata walikota.

Karena itu, walikota menyiapkan beragam perubahan ke depan. Salah satunya, kolaborasi dengan Kabupaten Madiun untuk menciptakan satu kesenian pencak silat yang besar. Rencananya, sebulan penuh di Alun-alun selama Suro. Setiap perguruan akan diberikan kesempatan unjuk gigi. Baik yang ada di Kota maupun Kabupaten Madiun. Di akhir bulan, digunakan untuk finalnya.

‘’Ada banyak pendekar di dunia yang lahir dari silat di Kota Madiun. Mereka pastinya tertarik dengan sesuatu yang baru dari perguruan masing-masing. Kalau ini ditampilkan, mereka akan tertarik datang,’’ ujarnya.

Namun, hal itu tentu butuh komitmen bersama. Khususnya, komitmen untuk menjaga kondusifitas. Kesan mencekam, kata walikota, harus semakin dikikis dan dihilangkan. Beragam cara dilakukan pemerintah untuk meredam kesan tersebut. Salah satunya, ikut turun langsung mendampingi para pendekar. Walikota memang sengaja ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa pendekar saat ini sudah lebih santun dan menganyomi. Bahkan, mereka lebih mudah diatur.

Baca juga:   Gelar Forum Kehumasan, Walikota Paparkan Pengembangan Taman Kali Bantaran

‘’Dengan turun langsung seperti ini, tumbuh kepercayaan pada masyarakat. Bahwa pemimpin mereka mau turun langsung menangani. Ini secara psikologis juga membuat mereka lebih tenang. Maka kesan mencekam itu akan perlahan hilang,’’ ujarnya.

Walikota berharap pendekar dapat menjaga citra baik yang selama ini dibangun. Tidak berperilaku yang tidak perlu. Apalagi, melanggar aturan. Pendekar selalu mengedepankan kebenaran dan menjunjung tinggi aturan. Selain itu, pendekar juga harus suka menolong. Walikota berangan pendekar yang baru diwisudakan tersebut turun ke pasar atau pusat keramaian untuk membantu menyeberangkan atau mengatur lalu lintas. Ikut mengangkat barang bawaan dan lain sebagainya. Tentu hal tersebut akan membawa kesan yang berbeda di masyarakat.

‘’Sudah tidak zamannya lagi unjuk gigi dengan membuat kericuhan di jalanan. Pertandingan hanya di dalam arena. Mari kita jaga yang sudah baik ini agar semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

BAGIKAN
Berita sebelumyaMADIUN THIS WEEK #37
Berita berikutnyaSURAN AGUNG