Tingkatkan Disiplin Pegawai, Pemkot Gelar Pembinaan Bagi Tenaga Kontrak

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Kepegawaian Daerah mengadakan kegiatan pembekalan dan evaluasi tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Bertempat di Gedung Diklat Kota Madiun, pembinaan dan pembekalan diberikan langsung oleh Walikota Madiun Maidi, Senin (16/9).

Dalam kesempatan itu, Walikota mengatakan bahwa tenaga kontrak adalah tenaga non PNS yang direkrut oleh Pemerintah Kota Madiun untuk memenuhi kebutuhan pegawai karena adanya moratorium. Tenaga kontrak diharapkan dapat mendukung proses kinerja pemkot dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Walikota menuturkan, saat ini ada 298 tenaga kontrak Pemkot Madiun. Dengan jumlah yang tidak sedikit itu, Walikota mengimbau peningkatan kinerja. “Semua harus bekerja sesuai dengan kewajiban, tidak boleh ada yang malas,” tegasnya.

Perilaku yang kurang baik dari satu orang dapat memengaruhi teman yang lainnya. Karena itu, Walikota tidak akan mentoleransi pegawai yang bekerja tidak sesuai dengan standar.

Baca juga:   Sambangi Manisrejo, Walikota Imbau Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2019

Demi kesejahteraan para pegawai, pemerintah juga telah menyiapkan strategi khusus. Yakni, melalui sistemasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Program ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh tenaga kontrak pemkot.

Meski begitu, Walikota menetapkan syarat bahwa P3K diisi oleh pegawai yang telah lulus pendidikan D3 maupun sarjana. Selain itu, juga memiliki semangat kerja dan loyalitas yang tinggi. “Gaji yang telah dibayarkan oleh negara harus diimbangi dengan kinerja sesuai kewajiban. Dalam bekerja harus sesuai dengan amanah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Madiun Haris Rahmanudin menjelaskan bahwa pembinaan bagi tenaga kontrak di lingkungan Pemkot bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pegawai. Selain itu, juga meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja. (WS Hendro/irs/diskominfo)