PERPANI Kota Madiun Cari Bibit Berprestasi Lewat Ajang Single Event Panahan

MADIUN- Puluhan atlet panahan pelajar mengikuti event pertandingan olahraga antar pelajar SD-MI/SMP-MTs yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun yang digelar sejak Senin hingga Kamis 19 September mendatang.

Mereka rela berpanas-panasan demi mengikuti kejuaraan yang setahun sekali diadakan ini. Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Madiun Arief Susilo mengatakan, single event adalah ajang dimana pihaknya menjaring atlet-atlet unggulan di bidang panahan.

“Adanya ajang seperti ini, kami (Perpani) merasa terbantu untuk mencari bibit atau calon atlet. Kedepan yang kita cari bukan hanya pertandingan ini saja, tapi hasil binaan yang didapat melalui ajang-ajang seperti ini,” ungkapnya saat ditemui seusai pertandingan Selasa (17/8).

Lebih lanjut Arief mengatakan, yang harus dimiliki dari setiap atlet adalah mentalnya. Dengan banyaknya pertandingan-pertandingan yang digelar oleh Pemkot, hal ini akan membentuk mental para pelajar, sehingga mampu untuk menjadi atlet unggulan di masa mendatang.

“Pesertanya banyak yang masih kelas 3 SD dan belum pernah ikut pertandingan. Makannya Senin kemarin diadakan percobaan lapangan biar mereka tahu jalannya pertandingan seperti apa dan bagaimana,” ujarnya.

Baca juga:   Tak Hanya Kemenangan, MPFC Butuh Keajaiban

Lewat penjaringan atlet semacam ini, Arief membuktikan pihaknya mampu melahirkan atlet-atlet unggulan, dengan capaian prestasi diantaranya medali perak dalam pekan olahraga provinsi di kategori standart bow, perunggu beregu. Teranyar prestasi gemilang didapat lewat pekan olahraga tingkat SD dengan raihan satu emas, satu perak, dan dua perunggu.

Dalam kejuaraan kali ini, para atlet tersebut memperebutkan emas, trofi, dan uang pembinaan. Untuk kategori paralon dalam satu event terdapat dua perolehan juara, yaitu emas bagi putra dan putri untuk tiap sesi, sesi satu dan sesi dua.

“Sedangkan untuk kategori standart bow, juara hanya dinilai melalui totalnya saja. Jadi seperti saat ini, per sesi atlet akan memanah sebanyak 6 kali tembakan, nanti ditotal hingga jumlahnya hingga sesi kedua,” tandasnya.
(dhevit/kus/madiuntoday)