Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Mu’min, Walikota-Warga Bahas Pembangunan Saluran Air

MADIUN – Giat pembinaan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) yang dikemas melalui Salat Subuh Berjamah bersama Walikota Maidi berlanjut di Masjid Nurul Mu’min Perum Taman Salak Kelurahan Pandean, Selasa (17/9). Seperti kegiatan sebelumnya, berbagai aspirasi masyarakat mengemuka. Kali ini, lebih kepada pembangunan yang terkait penanganan banjir. Hal itu penting mengingat musim hujan sebentar lagi.

Walikota menyebut pembangunan penanganan banjir dan genangan dilakukan diberbagai titik. Tak terkecuali di Kelurahan Pandean. Namun, tak dipungkiri masih banyak usulan terkait itu. Seperti yang mengemuka saat dialog usai Salat Subuh berjamaah pagi tadi. Masyarakat mengusulkan perbaikan saluran lingkungan hingga tanggul sungai.

‘’Untuk yang skala kecil silahkan diusulkan ke lurah dan camat. Itu bisa ditangani dari dana kelurahan. Kalau menunggu pemerintah daerah bisa lama,’’ kata walikota.

Sedang, untuk pembangunan skala besar memang harus menunggu. Sebab, harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Namun, walikota berharap masyarakat optimis. Sebab, semua usulan dipastikan sudah ditampung dan akan dikerjakan. Walikota juga berharap peran serta masyarakat dalam pembangunan. Tidak hanya dalam hal usulan. Namun, juga pemeliharaan dan pengawasan.

‘’Tolong proyek pembangunan diawasi. Tatkala ada yang tidak sesuai langsung laporkan. Saya tidak akan mentolerir rekanan yang mengerjakan setengah-setengah. Proyek di Kota Madiun harus bagus,’’ tegasnya.

Baca juga:   Jelang Malam Pergantian Tahun, Kapolresta Imbau Warga Jauhi 4 Hal ini...

Walikota tak menampik banyak kendala yang mengemuka saat pembangunan. Salah satunya, permasalahan dengan warga sekitar yang menggunakan trotoar sebagai teras atau lainnya. Protes mengemuka ketika terjadi perbaikan saluran di bawah trotoar tersebut. Walikota menegaskan tidak akan memberi ruang bagi masyarakat yang seperti itu. Sebab, mereka sudah melanggar dengan menggunakan asset pemerintah. Selain itu, pembangunan saluran untuk kepentingan banyak orang.

‘’Tidak mungkin mengorbakan kepentingan orang banyak dibanding protes satu dua warga yang nyatanya memang melanggar. Masyarakat harus memahami kondisi seperti itu,’’ terangnya.

Namun, tidak semua masyarakat Kota Madiun seperti itu. Bahkan ada yang sebaliknya. Ada banyak teras rumah warga yang terpaksa tergusur lantaran pembangunan saluran. Namun, mereka menyadari itu bukan asset mereka. Pun, mendukung lantaran demi kepentingan orang banyak. Demi lingkungan yang lebih baik.

‘’Pembangunan ini tidak terlepas dari peran semua pihak. Dukungan-dukungan masyarakat sekecil apapun perlu agar pembangunan maksimal,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)