Kejar Target KIA, Dispendukcapil Jemput Bola Ke Sekolah

MADIUN – Sejak terbitnya Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA), penduduk Indonesia dengan usia di bawah 17 tahun bisa mendapatkan hak sipilnya melalui kartu identitas.

Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Madiun tak mau ketinggalan mengejar target pencetakan KIA. Hingga Agustus 2019 Dispendukcapil Kota Madiun mencatat lebih dari 30 ribu anak sudah mendapatkan kartu identitasnya sejak 2018.

‘’Ini sesuai dengan instruksi Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri bahwa hingga akhir 2019 urusan KIA tuntas semuanya. Setidaknya, mencapai 80 persen,’’ tutur Kepala Dispendukcapil Kota Madiun Nono Djatikusumo, Rabu (18/9).

Menurut Nono, total KIA yang harus dicetak Dispendukcapil mencapai 48.810. Saat ini, proses pencetakan sudah mencapai 65 persen. Karena itu, Nono optimis target yang ditetapkan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri dapat terpenuhi hingga akhir tahun.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Anggota, Polres Madiun Kota Gelar Latihan Menembak

Tak tinggal diam, Dispendukcapil pun melakukan upaya jemput bola ke sekolah-sekolah untuk membagikan KIA yang sudah tercetak. Sehingga, kartu identitas tersebut dapat segera sampai kepada pemiliknya.

Menurut Nono, ada sejumlah manfaat dari KIA. Salah satunya melatih kemandirian anak. Sebab, identitas diri tersebut dapat digunakan pada pelayanan publik. ‘’Misalnya, untuk membeli tiket kereta. Atau, membuka rekening bank. Tidak perlu pakai KK lagi. KIA saja cukup,’’ paparnya.

Di dalam KIA, lanjut Nono, terdapat barcode yang berisi data-data anak. Termasuk nama orang tua dan akta kelahirannya. Sehingga, satu kartu tersebut dapat bermanfaat banyak. Khususnya, yang terkait dengan dokumen kependudukan.

‘’Harapannya, target KIA dapat segera tercapai dan anak-anak di Kota Madiun segera bisa merasakan manfaatnya,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)