Etika Berkendara Masih Jadi Momok Laka Di Jalan Raya

MADIUN – Hati-hati berkendara di jalan Raya. Salah-salah bisa seperti yang dialami Murdjiati, 60, warga Kelurahan Ngegong, Manguharjo Kota Madiun ini. Murdjiati tewas di lokasi setelah tubuhnya tergencet bus Sugeng Rahayu yang terguling di simpang tiga Ringroad dengan jalan masuk Dusun Pleret Kelurahan Ngegong, Selasa (24/9) sore. Kecelakaan diduga lantaran sepeda motor yang dikendarai Murdjiati tersambar bus Sugeng Rahayu yang dikemudikan Koicin Wijaya, 54, warga Sidoarjo saat keluar dari dusun tersebut.

Kecelakaan bermula saat
Murdjiati yang mengendarai sepeda motor Honda Vario Nopol AE-5962-CK melaju dari barat ke timur di jalan dusun tersebut sekitar pukul 14.00. Murdjiati berboncengan dengan Rofif, 14, cucunya menuju Jalan Ringroad. Nahas, saat sampai di Jalan Ringroad, melaju bus Sugeng Rahayu nopol W-7211-UZ dari selatan. Bus sempat melakukan pengereman. Namun, dekatnya jarak antara keduanya membuat kecelakaan tak terhindarkan.

Murdjiati bersama cucunya langsung terjatuh begitu bagian belakang sepeda motor yang dikendarai tersenggol bus. Koicin sempat banting stir ke kanan untuk menghindari benturan lebih keras. Sayang, laju bus menjadi tak terkendali hingga oleng dan terguling. Bagian kiri bus malah menimpa kepala Murdjiati. Murdjiati tewas di tempat kejadian. Sedang, cucunya mengalami luka ringan.

Baca juga:   Sekali Beraksi, Polresta Madiun Tangkap 3 Budak Sabu

Kanit laka Satlantas Polres Madiun Kota Iptu Tri Wiyono menyebut penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Namun, berdasar pemeriksaan sementara pengendara sepeda motor kelewat ke tengah ketika membelok ke Jalan Ringroad. Hal itu didapat dari keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan dua penumpang bus mengalami luka ringan.

“Kasus kecelakaan ini masih dalam pemeriksaan” katanya.

Terlepas dari kejadian tersebut, etika berkendara di jalan raya memang menjadi salah satu penyebab kecelakaan tertinggi di Kota Madiun. Pengendara kebanyakan kurang memperhatikan etika berkendara. Seperti saat berbelok wajib mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu sign minimal 20 meter sebelumnya. Sedang, saat menyeberang wajib berhenti sejenak untuk memastikan kondisi jalan. Paling tidak berhenti satu detik. Begitu juga saat berhenti wajib dilakukan secara perlahan. Hal itu dilakukan untuk memberikan kesempatan pengendara di belakang untuk juga bersiap. (ws hendro/agi/madiuntoday)