Gandeng Akademisi, Pemkot Mantapkan Smart City Melalui Diskusi Elaborasi

MADIUN – Konsep smart city di Kota Madiun semakin dimantapkan. Diskusi elaborasi master plan tim smart city Kota Madiun dengan konsultan akademisi digelar, Jumat (27/9). Kegiatan melengkapi tiga kali bimbingan teknis yang dilakukan sebelumnya. Walikota Madiun Maidi memimpin langsung kegiatan diskusi elaborasi yang berlangsung di Sun Hotel tersebut.

Kegiatan melibatkan tujuh dosen peneliti dan konsultan. Masing-masing dosen bertugas mendampingi sub tim smart city Kota Madiun. Yakni, tim smart governance, smart branding, smart living, smart society, smart economy, dan smart environment. Tak heran, diskusi lebih mendalam dan detail.

‘’Tim smart city Kota Madiun sudah melaksanakan bimtek tiga kali. Dan hari ini edukasi elaborasi yang pembahasan di dalamnya bersifat lebih mendalam. Ada verifikasi akademik dan mendetailkan program,’’ kata Walikota Madiun di sela kegiatan.

Berbagai program yang akan dilaksanakan dalam penerapan smart city ke depan sudah dan akan mengemuka. Salah satunya, konsep pembersihan sungai dengan melibatkan warga setempat sebagai penanggungjawabnya. Program ini dinilai tim akademisi sebagai langkah smart. Konsep kota cerdas memang tidak harus bermuara kepada penggunaan teknologi. Namun, menggunakan kecerdasan dalam penyelesaian semua permasalahan. Termasuk masalah lingkungan.

Baca juga:   Mantap Terapkan Konsep Smartcity, Walikota Madiun Hadiri IISMEX 2019

Konsep pembersihan sungai dengan melibatkan warga setempat tersebut memang sudah berjalan di Kota Madiun. Salah satunya, di Kelurahan Klegen. Walikota mengangkat dua orang warga sekitar yang mampu dan mau menjaga kebersihan sungai di lingkungan sekitar dengan digaji pemerintah. Konsep ini terbukti lebih efektif lantaran dapat mempengaruhi etika masyarakat yang masih membuang sampah di sungai.

‘’Tatkala sungai itu yang membersihkan warga lingkungan sekitar, masyarakat yang ingin membuang sampah ke sungai merasa bersalah. Secara perlahan masyarakat akan disiplin menjaga lingkungan,’’ jelasnya.

Selain itu, berbagai aplikasi juga mengemuka. Salah satunya, aplikasi Pelayanan Dekati Rakyat (Pendekar). Aplikasi ini berisi berbagai pelayanan untuk masyarakat. Salah satunya, pelayanan di tingkat kelurahan hingga panic button. Walikota menambahkan semua potensi di Kota Madiun akan dioptimalkan untuk mendukung smart city. Walikota menyebut Kota Madiun bisa lebih baik dari pemerintah kabupaten dan kota yang lebih dulu mendapat pendampingan smart city di tanah air.

‘’Semua harus dioptimalkan. Kota Madiun memiliki banyak potensi. SDM-nya juga harus cerdas untuk mengoptimalkan potensi ini. Makanya, penguatan SDM terus kami lakukan,’’ pungkasnya. (lucky/agi/diskominfo)