Penyumbang Inflasi, BPS Imbau TPID Waspadai Lonjakan Beras

MADIUN- Beras merupakan salah satu komoditi penyumbang inflasi. Kenaikan harganya mencapai 0,31 persen dengan andil inflasi 0,01 persen pada September 2019. Maka dari itu, Badan Pusat Statistik (BPS ) Kota Madiun mengimbau tim pengendali inflasi daerah (TPID) termasuk Bulog untuk melakukan upaya menekan harga beras di pasaran.

Salah satunya caranya yakni dengan menggelar operasi pasar yang selama ini dinilai cukup efektif. Kepala BPS Kota Madiun, Umar Sjaifudin mengatakan, kenaikan beras memang tidak begitu signifikan, namun hal itu sangat berpengaruh terhadap inflasi, karena merupakan komoditi utama yang dibutuhkan masyarakat.

“Ketika sedikit saja harga beras naik, pasti akan terjadi inflasi yang tinggi karena memang nilai konsumsi dari hasil survei biaya hidup (SBH) Tahun 2012, komoditas beras merupakan komoditas nomor satu nilai konsumsi masyarakat. Jadi yang paling banyak dibeli masyarakat ya beras itu,” ungkapnya.

Baca juga:   Buka Peluang Usaha, Disnaker Kota Madiun Buka Sejumlah Pelatihan Tahun Ini

Umar juga mengimbau kepada pemerintah daerah agar mewaspadai tiga bulan kedepan sebelum akhir tahun 2019. TPID juga diharap agar terus melakukan pemantauan terkait perkembangan harga di pasaran agar tak terjadi gejolak harga. Sebab, pada Desember nanti, akan ada dua agenda besar, yakni Natal dan pergantian tahun yang diprediksi akan berpengaruh terhadap inflasi.

Untuk diketahui, selain beras, pada September 2019 lalu, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Diantaranya gula pasir, rokok kretek, emas perhiasan, biaya bimbingan belajar serta harga pembelian sepeda motor.
(dhevit/kus/madiuntoday)