MADIUN – Pembangunan yang diusulkan warga bukan hanya untuk ditampung. Namun, untuk segera direalisasikan. Seperti perbaikan saluran di Kelurahan Banjarejo ini. Pembangunan yang berangkat dari masukan warga setempat saat Salat Subuh berjamaah akhir September lalu sudah mulai dikerjakan kini. Bahkan, progresnya sudah mencapai 50 persen lebih. Walikota Madiun Maidi sengaja meninjau pengerjaan untuk memastikan berjalan baik.

‘’Saat meninjau pertama dulu, saya instruksikan untuk langsung dikerjakan. Hari ini, (progresnya) sudah separuh jalan lebih,’’ kata walikota usai meninjau kembali lokasi, Rabu (9/10).

Walikota sengaja menyempatkan untuk melihat usai rapat paripurna di Gedung DPRD setempat. Menurutnya, pembangunan sudah baik. Penanganan tidak sekedar untuk sementara. Namun, pembangunan permanen. Saluran yang sebelumnya sempat ambles dan mengganggu pengendara dibongkar total. Saluran digantikan dengan box culvert yang lebih kuat. Ukurannya, juga lebih besar. Berdiameter satu meter. Harapannya, air dapat lebih lancar. Hal itu penting mengingat sebentar lagi musim penghujan.

‘’Semua pekerjaan saluran yang dapat dijangkau alat berat sudah menggunakan box culvert. Jadi tidak lagi cor ditempat. Karena (box culvert) produksi pabrikan, kualitasnya lebih terjamin. Kalau jelek tinggal minta ganti,’’ terang walikota.

Baca juga:   Akhiri Penilaian LSS, Juri Provinsi Terkesan Prestasi Pelajar Kota Karismatik

Pekerjaan kali ini juga melibatkan petugas PDAM. Sebab, saluran awalnya juga dilewati pipa PDAM. Walikota memastikan hal itu juga sudah tertangani. Mantan Sekda Kota Madiun itu memang langsung memanggil petugas terkait saat peninjau kali pertama lalu. Harapannya, penanganan bisa langsung dikoordinasikan dan tidak saling menunggu.

‘’Sejauh berjalan baik. Pipa dan kabel-kabel sudah tertangani. Semoga dalam minggu-minggu ini bisa selesai,’’ harapnya.

Walikota berharap peran aktif masyarakat dalam pembangunan terus ditingkatkan. Baik dalam hal usulan maupun dalam pengawasan saat proses pembangunan. Masyarakat diminta langsung melapor jika mendapati pembangunan yang dirasa tidak pas. Walikota menambahkan pembangunan yang bersifat isidentil memang menjadi prioritas. Tujuannya, segera tertangani.

‘’Masyarakat harus terlibat dalam pembangunan. Paling tidak ikut mengawasi dan turut menjaga setelah jadi. Kalau ada yang rusak sedikit yang segera dibenahi secara mandiri agar tidak meluas,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)