Hadirkan Warga Sepuh Sebagai Narasumber, Sarasehan Kunker Makin Gayeng

MADIUN – Ada yang tak biasa dari gelaran sarehan dan silaturrahmi rangkaian Kunjungan Kerja di Kelurahan Banjarejo, Jumat (11/10) malam. Kegiatan bukan sekedar ajang menyerap aspirasi masyarakat. Namun, juga berbagi pengalaman hidup. Menariknya, bukan walikota yang bercerita. Melainkan dua warga setempat yang sudah sepuh. Yakni, Sainem yang dari pengakuannya sudah berusia 100 tahun lebih dan Koinah yang berusia 88 tahun.

Kendati sudah sepuh, pendengar dan ingatan keduanya masih baik. Bahkan, dapat menceritakan rahasia umur panjang yang dimiliki dengan jelas. Suasana semakin gayeng dengan selipan kata-kata humor yang terlontar dari keduanya. Mulai kisah memiliki banyak anak, kegiatan sehari-hari, hingga makanan yang dikonsumsi.

“Ada banyak pelajaran berharga dari kehidupan sederhana keduanya. Ini penting dan perlu kita tiru,” kata walikota.

Keduanya, lanjut walikota, selalu menjalani hidup dengan enjoy. Selalu senang dan tidak terlalu memperdulikan apa yang tidak atau belum dimiliki. Hal itu terbukti dari apa yang keduanya konsumsi. Yakni, memperbanyak sayur mayur. Keduanya tidak pernah mengeluh kendati hanya bisa makan daging atau telur ketika ada tetangga selamatan. Keduanya juga tidak banyak menuntut. Artinya, menjalani kehidupan apa adanya.

Baca juga:   Festival Seni Pencak Silat Nusantara 2019 Dibuka, Pencak Silat Madiun Siap Curi Perhatian Dunia

“Ini yang belum bisa kita lakukan. Kita harus banyak belajar dari orang-orang seperti ini,” imbuh mantan sekda itu.

Walikota sengaja menjadikan keduanya sebagai narasumber untuk dijadikan pembelajaran bersama. Terbukti, banyak hal menarik mengemuka. Masyarakat juga lebih mudah menerima. Buktinya, banyak yang menyimak. Apalagi, mengemuka bumbu-bumbu humor yang menggelitik. Walikota menyebut akan mencari warga-warga sepuh lain ketika Kunjungan Kerja ke depan.

“Masyarakat mungkin susah untuk diajak sehat kalau hanya teori. Tatkala ada bukti langsung dari orangnya akan lebih bisa diterima,” ungkapnya.

Berbagai usulan juga mengemuka. Salah satunya, terkait usulan lapangan olahraga di Kelurahan Banjarejo. Fasilitas lapangan dinilai perlu untuk menunjang kesehatan masyarakat. Berbagai bantuan juga diberikan dalam kegiatan. Mulai kepada anak yatim, kaum duafa, hingga kader kesehatan terbaik. Pemkot memberikan hadiah sepeda kepada para kader. (ws hendro/agi/diskominfo)